Taipei, 3 Agu. (CNA) Pemberi kerja di Taiwan yang menolak memfasilitasi permohonan setoran pensiun mandiri pekerja kini akan ditagih langsung oleh Biro Asuransi Tenaga Kerja dan terancam denda keterlambatan sebesar 3 persen per hari hingga maksimal 100 persen, menurut Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).
Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) pada Maret lalu mengumumkan revisi Peraturan Pelaksana Undang-Undang Pensiun Buruh, yang mulai berlaku Agustus.
Baca juga: MOL ingatkan pemegang APRC tertentu akan wajibnya asuransi ketenagakerjaan
Revisi memberikan masa tenggang selama 30 hari bagi penerima manfaat pensiun bulanan untuk beralih ke pembayaran sekaligus setelah pencairan pertama.
Memperluas jaminan perlindungan agar hak pensiun ahli waris tidak dapat dipindahtangankan, disita, atau dipotong, menurut revisi, yang mempertegas kewajiban majikan dalam membantu pekerja mengajukan setoran pensiun mandiri.
Berdasarkan ketentuan Sistem Baru Dana Pensiun Tenaga Kerja, majikan wajib menyetor sekurang-kurangnya 6 persen dari gaji bulanan pekerja ke dalam rekening pensiun.
Huang Wei-chen (黃維琛), Direktur Departemen Kesejahteraan dan Pensiun MOL, mengatakan kepada CNA bahwa mulai Agustus, pekerja yang ingin menyetor mandiri tetap harus menyampaikan niatnya kepada majikan terlebih dahulu.
Jika majikan menolak, pekerja dapat mengajukan permohonan langsung ke Biro Asuransi Tenaga Kerja, yang selanjutnya akan mengeluarkan surat tagihan resmi yang mewajibkan majikan untuk memprosesnya, kata dia.
Huang menegaskan jika majikan tetap membandel, sanksi denda keterlambatan akan diberlakukan sebesar 3 persen per hari dari nilai yang wajib disetor, hingga maksimal setara dengan 100 persen dari total nilai.
Selain itu, guna meringankan beban biaya hidup pendidikan anak-anak dari pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja, MOL juga merevisi ketentuan terkait dengan mengubah subsidi pendidikan anak pekerja terkemuka menjadi Bantuan Biaya Hidup Pendidikan, yang juga resmi berlaku mulai Agustus.
Huang menjelaskan bahwa bantuan itu dibuka dua kali dalam setahun, dan akan mengumumkan jadwal pendaftaran terkait sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku, yang diperkirakan mulai dibuka pada awal September.
(Oleh Wang Chao-yu dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC