Taipei, 28 Juli (CNA) Pengembalian pajak penghasilan gabungan tahap pertama Taiwan tahun ini akan mulai masuk ke rekening wajib pajak pada 31 Juli, dengan total nilai mencapai sekitar NT$61,2 miliar (Rp33 triliun) yang akan diterima oleh lebih dari 3,65 juta rumah tangga, ujar Biro Pajak Nasional Kaohsiung dari Kementerian Keuangan Taiwan hari Selasa (28/7).
Setelah batas waktu pelaporan pajak penghasilan gabungan tahunan berakhir, kantor pajak nasional akan memproses pengembalian pajak secara bertahap berdasarkan metode pelaporan yang digunakan oleh wajib pajak.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengembalian pajak tahun ini akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni pada 31 Juli 2026, 30 Oktober 2026, dan 20 Januari 2027.
Penerima pengembalian pajak tahap pertama mencakup wajib pajak yang sebelum 1 Juni menggunakan metode pelaporan pajak secara daring, melakukan konfirmasi hasil perhitungan pajak melalui sistem daring atau layanan telepon suara, serta mereka yang mengirimkan konfirmasi dalam bentuk dokumen fisik ke kantor pajak nasional sesuai lokasi pendaftaran rumah tangga sebelum 11 Mei.
Menurut statistik Pusat Informasi Keuangan, jumlah kasus pengembalian pajak tahap pertama tahun ini mencapai 3.656.898 kasus dengan total nilai NT$61,235 miliar. Berdasarkan jumlah kasus, sekitar 2 persen merupakan pengembalian pajak melalui metode biasa, sementara 98 persen lainnya dilakukan melalui transfer langsung ke rekening bank.
Biro Pajak Nasional Kaohsiung mengingatkan, bagi wajib pajak yang telah memberikan informasi rekening bank saat pelaporan, dana pengembalian pajak akan langsung ditransfer ke rekening pada hari yang sama.
Sementara itu, bagi wajib pajak yang tidak memberikan informasi rekening bank, surat bukti pengembalian pajak juga akan dikirimkan pada tanggal yang sama. Masa pencairan menggunakan surat bukti tersebut berlangsung mulai 31 Juli hingga 30 September.
Untuk jumlah pengembalian pajak di bawah NT$5.000, wajib pajak dapat mencairkannya secara tunai melalui bank pembayaran yang tercantum dalam surat bukti pengembalian pajak. Sementara pengembalian dengan nilai lainnya harus melalui proses pertukaran cek sebelum dana dapat diterima.
Biro Pajak Nasional Kaohsiung juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang terus berkembang. Kantor pajak tidak akan pernah meminta masyarakat mengeklik tautan melalui pesan singkat maupun aplikasi komunikasi untuk melakukan pembayaran atau menerima pengembalian pajak.
(Oleh Lu Yen-tzu dan Agoeng Sunarto)