Taipei, 26 Juli (CNA) Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan pada Sabtu (26/7) mengakui kegagalan upaya pemakzulan massal para legislator oposisi, dengan menyatakan hasil tersebut adalah cerminan partisipasi sipil ketimbang kontestasi partisan.
Sekretaris Jenderal DPP Lin Yu-chang (林右昌) mengatakan pemakzulan seharusnya tidak dipersempit menjadi kemenangan atau kekalahan politik. "Ini bukanlah konfrontasi antarpartai, melainkan demonstrasi kekuatan sipil," ujarnya dalam konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa DPP dengan rendah hati menerima hasil tersebut dan akan merefleksikan sentimen publik, dan sebagai partai yang berkuasa, mereka akan menyesuaikan pendekatannya agar lebih memenuhi harapan masyarakat.
Menyebut kampanye pemakzulan ini "Belum pernah terjadi sebelumnya" dalam sejarah demokrasi Taiwan, Lin memuji semua pemilih yang berpartisipasi, terlepas dari posisi mereka.
Pada acara terpisah di Taipei, salah satu pemimpin kampanye pemakzulan dan mantan taipan semikonduktor Robert Tsao (曹興誠) mengaitkan hasil tersebut dengan apa yang ia sebut sebagai "Pengaruh luas Beijing di Taiwan."
"Skala infiltrasi jangka panjang dan strategi pecah belah dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) jauh lebih dalam dari yang diperkirakan," ucap Tsao.
Ia juga mencatat kesulitan meluncurkan pemakzulan di daerah-daerah yang condong ke Kuomintang (KMT), di mana tingkat partisipasi pemilih yang tinggi membantu legislator KMT bertahan dari pemungutan suara.
Di Kabupaten Hualien, di mana legislator KMT Fu Kun-chi (傅崐萁) menjadi target utama pemakzulan, upaya tersebut juga gagal, dengan para aktivis mengakui bahwa kekuatan jaringan lokal yang sudah mengakar sulit untuk dilawan.
Gerakan pemakzulan yang diluncurkan kelompok masyarakat sipil di bawah slogan "Anti-PKT, Lindungi Taiwan" dan didukung DPP ini menargetkan 24 legislator KMT. Meskipun ada mobilisasi besar-besaran, tidak ada satu pun pejabat yang berhasil dilengserkan.
Selesai/JC