MOFA selidiki tuduhan perundungan di tempat kerja terhadap utusan di Jenewa

10/08/2026 13:22(Diperbaharui 10/08/2026 13:22)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pintu masuk gedung MOFA di Taipei. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Pintu masuk gedung MOFA di Taipei. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 10 Agu. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) telah meluncurkan penyelidikan terhadap utusan utama Taiwan di Jenewa, Greg Lee (李冠德), setelah menerima petisi dari beberapa bawahannya yang menuduhnya melakukan perundungan di tempat kerja dan pelanggaran lainnya.

MOFA mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Minggu (9/8) kepada CNA bahwa mereka telah menerima pengaduan terhadap Lee dan telah membentuk satuan tugas khusus, yang sebagian besar terdiri dari personel dari luar kementerian untuk melakukan penyelidikan tersebut, demikian disampaikan.

Disebutkan bahwa penyelidikan akan berfokus pada tuduhan perundungan di tempat kerja, dan bahwa keluhan lain terkait perilaku buruk akan ditangani oleh instansi pemerintah yang berwenang, tanpa menyebutkan nama instansi tersebut.

Pernyataan MOFA ini muncul setelah beberapa media lokal menerima pengaduan serupa terhadap Lee dan melaporkan kasus tersebut selama akhir pekan.

Pengaduan setebal 134 halaman, yang ditandatangani oleh "semua rekan yang terdampak," merinci tujuh kategori dugaan pelanggaran serius yang dilakukan oleh Lee, yang telah menjabat sebagai direktur jenderal Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Jenewa sejak Desember 2024.

Menurut laporan yang mengutip pengaduan tersebut, Lee dituduh melakukan perundungan di tempat kerja, kepemimpinan yang tidak kompeten, dan menggunakan sumber daya publik untuk kepentingan pribadi, di antara bentuk pelanggaran lainnya.

Salah satu contoh yang disebutkan dalam laporan adalah dugaan permintaan Lee kepada kantor Jenewa untuk menggunakan dana publik guna membeli perlengkapan tidur mewah senilai lebih dari 2.500 franc Swiss (Rp55 juta) untuk kediaman pribadinya.

Ia juga dituduh menghabiskan sekitar NT$130.000 (Rp71,9 juta) dari dana publik untuk membeli cokelat mewah yang diberikan sebagai hadiah kepada "VIP dari Taiwan" yang menghadiri acara yang diselenggarakan Taiwan bersamaan dengan Sidang Majelis Kesehatan Dunia 2025.

Menurut pengaduan, Lee kemudian diduga meminta rekan kantor untuk mengajukan klaim pengeluaran palsu, dan ia menggambarkan penerima hadiah tersebut sebagai kontak diplomatik untuk mencoba menghindari audit penggantian biaya.

Pengaduan tersebut juga menyertakan catatan percakapan pribadi antara Lee dan bawahannya, yang diduga menunjukkan pola pelecehan verbal yang merendahkan.

Menurut laporan, gaya manajemen yang penuh tekanan menyebabkan beberapa anggota staf mengalami masalah kesehatan fisik dan mental yang memerlukan perawatan dan pengobatan.

Lee juga dituduh berulang kali melanggar aturan lalu lintas di Jenewa, termasuk ngebut. Menurut laporan, setelah polisi Swiss mengirim permintaan resmi ke kantor perwakilan untuk meminta tanggapan, Lee menunda penanganan masalah tersebut selama lebih dari delapan bulan.

(Oleh Joseph Yeh dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.