Kaohsiung, 9 Agu. (CNA) Tiga warga negara Malaysia dan satu individu dari Hong Kong baru-baru ini ditangkap di Kaohsiung setelah diduga masuk ke Taiwan sebagai turis untuk bekerja sebagai kurir uang bagi geng penipuan, kata kepolisian setempat pada Minggu (9/8).
Kantor Polisi Zuoying mengatakan bahwa belakangan ini terjadi peningkatan operasi penipuan yang merekrut warga negara asing untuk datang ke Taiwan dan bekerja sebagai kurir uang.
Pada akhir Juni, kepolisian menangkap seorang pria Hong Kong berusia 45 tahun yang diduga menarik hasil kejahatan dari skema penipuan menggunakan ATM bank dan menyita uang tunai sebesar NT$230.000 (Rp127,7 juta), satu kartu bank, dan satu ponsel, menurut kantor polisi.
Selanjutnya, mereka menangkap dua tersangka lagi pada Juli di beberapa lokasi termasuk ATM kantor pos. Kedua tersangka tersebut adalah warga negara Malaysia, masing-masing berusia 18 dan 39 tahun, kata kepolisian.
Selain itu, polisi mengidentifikasi satu warga negara Malaysia lainnya, berusia 26 tahun, sebagai tersangka dalam kasus penipuan pada pertengahan Juli. Mereka kemudian menangkap pria tersebut di Bandara Internasional Kaohsiung dengan bantuan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Biro Kepolisian Penerbangan.
Total uang tunai sebesar NT$2.800 dan dua ponsel milik pria berusia 26 tahun tersebut dijadikan barang bukti, tambah kepolisian.
Pengadilan Distrik Ciaotou Taiwan memutuskan bahwa keempat tersangka tersebut harus ditahan untuk penyidikan lebih lanjut.
Menurut Kantor Polisi Zuoying, polisi menemukan bahwa jaringan penipuan belakangan ini merekrut warga negara asing untuk masuk ke Taiwan sebagai turis jangka pendek dan bekerja sebagai kurir uang.
Pengunjung seperti ini biasanya meninggalkan Taiwan setelah tinggal sekitar sepekan, waktu di mana mereka menyelesaikan tugas penarikan uang, kata kepolisian, seraya mencatat bahwa masa tinggal yang singkat tampaknya dirancang untuk menciptakan celah dalam proses penyelidikan dan menghindari deteksi.
Kepolisian berjanji akan meningkatkan patroli di area-area di mana penarikan uang tunai sering dilakukan dan meningkatkan upaya penegakan hukum melalui berbagi intelijen dan kerja sama antar lembaga.
Mereka juga menyarankan orang-orang yang bekerja sebagai sopir atau di industri seperti perhotelan dan keuangan untuk lebih waspada, terutama ketika warga negara asing menarik uang tunai dari ATM beberapa kali dalam waktu singkat.
Selesai/
Enditem/AW