Taipei, 29 Juli (CNA) Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan mengatakan pada hari Selasa (28/7) bahwa gelombang COVID-19 saat ini di negara tersebut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada awal Agustus, lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Dalam konferensi pers rutin, Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) mengatakan bahwa sebelumnya lembaga tersebut memperkirakan gelombang COVID-19 saat ini akan mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir Agustus. Namun, berdasarkan tren terbaru infeksi dan tingkat vaksinasi, puncaknya kini diperkirakan akan datang lebih awal.
Lo mengatakan kunjungan rawat jalan dan ruang gawat darurat mingguan diproyeksikan mencapai angka tertinggi 51.000 pada awal Agustus sebelum menurun pada bulan September.
Menurut data pemantauan CDC, Taiwan mencatat 10.605 kunjungan rawat jalan dan ruang gawat darurat terkait COVID-19 dari 19-25 Juli, naik 117,4 persen dari minggu sebelumnya. Selama periode 21-27 Juli, negara tersebut juga melaporkan 42 kasus domestik berat baru dan dua kematian.
Wakil Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC Lee Chia-lin (李佳琳) mengatakan bahwa sejak Oktober tahun lalu, Taiwan telah mencatat 203 kasus COVID-19 domestik dengan komplikasi berat, termasuk 25 kematian.
Ia mengatakan sebagian besar kasus berat melibatkan orang berusia 65 tahun ke atas, yang menyumbang 73,4 persen, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis, yang menyumbang 83,7 persen. Selain itu, 90,6 persen kasus berat belum menerima vaksin COVID-19 musim ini.
Lee mengatakan varian NB.1.8.1 telah menjadi strain dominan di antara kasus COVID-19 domestik selama empat minggu terakhir. Ia menambahkan bahwa pasien sebagian besar mengalami gejala saluran pernapasan atas, termasuk sakit tenggorokan, batuk, hidung tersumbat, pilek, demam, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot.
Dalam konferensi pers tersebut, CDC melaporkan bahwa pasien COVID-19 termuda yang mengalami komplikasi berat tahun ini adalah seorang bayi perempuan berusia 7 bulan. Bayi tersebut memenuhi syarat untuk vaksinasi namun belum menerima vaksin COVID-19.
Bayi tersebut kini sudah tidak demam dan telah sadar kembali, namun masih dalam pengawasan dan menjalani perawatan di unit perawatan intensif, tambahnya.
Lo mengatakan Taiwan memiliki persediaan vaksin COVID-19 yang cukup, dengan 437.000 dosis yang tersedia saat ini, termasuk sekitar 435.000 dosis vaksin Moderna dan 2.000 dosis vaksin Novavax. Ia mengimbau masyarakat yang belum menerima vaksin COVID-19 musim ini untuk segera divaksinasi.
Lo juga mengimbau kelompok berisiko tinggi, termasuk orang berusia 65 tahun ke atas, masyarakat adat berusia 55 tahun ke atas, dan mereka yang memiliki sistem imun lemah, untuk mendapatkan dosis kedua jika setidaknya enam bulan (180 hari) telah berlalu sejak dosis pertama. Ia mengatakan dosis tambahan akan membantu meningkatkan perlindungan terhadap penyakit berat dan kematian akibat COVID-19.
CDC mengatakan pihaknya telah meninjau kapasitas pasokan medis domestik di tengah peningkatan kasus COVID-19 baru-baru ini, serta menambahkan bahwa pasokan obat antivirus yang didanai pemerintah masih cukup, termasuk 168.000 paket Paxlovid, 17.000 paket Xocova, dan 153.000 dosis remdesivir injeksi.
Selesai/IF