Klub futsal diaspora Indonesia tutup putaran pertama liga profesional Taiwan dengan kekalahan

05/05/2026 14:36(Diperbaharui 05/05/2026 15:13)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : BTN FC)
(Sumber Foto : BTN FC)

Taipei, 5 Mei (CNA) BTN FC, klub futsal yang beranggotakan mahasiswa dan pekerja migran Indonesia, tidak berhasil membawa pulang poin di penutup putaran pertama liga profesional Taiwan Formosa Futsal One (FF1), usai kalah di National Taiwan University of Sport Gymnasium pada Sabtu (2/5) dan Minggu.

Menghadapi Hsinchu Future Cosmos United yang belum terkalahkan dalam kelima penampilannya, BTN FC harus menerima kebobolan sembilan kali berturut-turut, termasuk oleh pencetak gol terbanyak sementara di FF1, Ko Yu-cheng (柯昱誠), yang pernah dipanggil ke pelatihan Tim Nasional Taiwan.

BTN FC mencetak gol perdananya melalui Yasril Yan Muhtadi, yang berhasil merebut bola dan melakukan aksi individu hingga melewati dua pemain Hsinchu sebelum melesatkan sontekan yang tak mampu dibendung kiper Lin Zi-jun (林子鈞) yang juga sempat dipanggil pelatihan tim nasional tahun lalu.

Gol kedua BTN FC dicetak Kaka Zuliansyah melalui umpan Lalu Januarta Pratama dari sisi kanan gawang yang berhasil mengelongi He Mau-bin (何茂彬). Hsinchu kembali merobek jala sebelum pertandingan berakhir dengan skor 2-10.

Melawan Pingtung Morning Kitchen FC, BTN FC terlebih dahulu kebobolan, sebelum berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan sentuhan pertama dari Ravil Kalsah, yang sebelumnya telah mencatatkan empat gol di dua laga.

Setelah kembali kemasukan, BTN FC membalikkan keadaan dengan dua gol berturut-turut dari kaki sang kapten Deni Rasliami dan Kaka, keduanya juga melalui sentuhan pertama yang menyambut umpan.

Namun, Pingtung setelahnya berhasil membobol gawang lima kali berturut-turut, termasuk setelah BTN FC memainkan skema power play, mengakhiri pertandingan 3-7.

(Sumber Foto : BTN FC)
(Sumber Foto : BTN FC)

Kepada CNA, Pelatih Kepala BTN FC Ari Faisal Munir mengatakan bahwa di kedua pertandingan tersebut penguasaan bola yang efektif dan akurasi serangan berjalan dengan benar, didukung stamina tinggi dan rotasi pemain yang cepat.

Sementara itu, ucapnya, evaluasi BTN FC berfokus pada evaluasi performa teknik termasuk operan, penguasaan bola, dan tembakan; kondisi fisik; taktik individu atau tim; serta bagaimana kinerja pemain dalam mempertahankan posisi, akurasi umpan, dan interaksi antarpemain.

Untuk pelajaran yang bisa diambil untuk putaran kedua, Ari menggarisbawahi tim akan fokus untuk penguatan fisik dan stamina serta kekompakan para pemain.

"Kita yakin di putaran kedua nanti kita bakal tampil beda, lebih percaya diri dan yakin. Ini baru awal dan buat pengalaman kita semua para main dan staf kepelatihan juga," ucapnya.

Ravil, yang berposisi sebagai ala, mengatakan kepada CNA bahwa saat menghadapi Hsinchu, dirinya merasa senang bisa berhadapan dengan "tim kuat" dan "sedikit was-was" akan kalah.

"Dan benar saja walaupun sudah berjuang sangat keras untuk mengimbangi permainan, namun belum bisa menyamakan kekuatan, karena mereka sangat unggul dari sisi kemampuan individu dan strategi tim," katanya.

(Sumber Foto : BTN FC)
(Sumber Foto : BTN FC)

Melawan Pingtung, "Kami sempat unggul 3-2, berharap bisa dapat tiga poin, namun belum beruntung di menit-menit akhir," kata Ravil.

Ditanya CNA tentang sumbangsih golnya, Ravil mengatakan dirinya sangat senang bisa mencetak gol dan memberikan peluang kepada teman setim, "Karena itu merupakan salah satu kontribusi kepada tim BTN FC di putaran pertama ini untuk berusaha meraih poin, walaupun hanya satu poin yang bisa didapat."

Sementara itu, Manajer BTN FC Riska Saputra kepada CNA mengatakan tim akan menganalisis permainan di sepanjang putaran pertama, dan akan melakukan latihan pada 17 dan 24 Mei mendatang. Namun, "Tak banyak yang bisa kami lakukan karena keterbatasan waktu, lokasi geografis pemain, dan juga finansial," ujarnya.

Selaku manajer, kata Riska yang sedang mengikuti pendidikan futsal dari Futsal Series Indonesia bersama pelatih futsal Tim Nasional Indonesia, ia juga akan terus membagi informasi strategi yang didapatnya ke tim.

Baca juga: BTN FC amankan 1 poin di pekan ketiga FF1

Menutup putaran pertama FF1 yang diikutsertai tujuh tim, BTN FC menjadi juru kunci dengan perolehan satu poin yang didapat dari hasil seri melawan Taoyuan FC. Pucuk dihuni Taipei Leopards dengan 16 poin, sama dengan Hsinchu tetapi unggul tiga poin dalam selisih gol.

Laga selanjutnya BTN FC dijadwalkan berlangsung di Puzih Gymnasium Kabupaten Chiayi pada 13 dan 14 Juni sebagai pembuka putaran kedua, masing-masing melawan Taichung Traveler Futsal Club dan Taoyuan FC.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.