Lin Chun-yi raih gelar tunggal putra pertama Taiwan di All England Open

09/03/2026 14:49(Diperbaharui 09/03/2026 14:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Lin Chun-yi memenangkan gelar tunggal putra di All England Open Badminton Championships 2026 di Birmingham pada Minggu. (Sumber Foto : Pelatih Lin, Liu Chia-cheng)
Lin Chun-yi memenangkan gelar tunggal putra di All England Open Badminton Championships 2026 di Birmingham pada Minggu. (Sumber Foto : Pelatih Lin, Liu Chia-cheng)

Taipei, 9 Mar. (CNA) Lin Chun-yi (林俊易) mencatat sejarah pada Minggu (8/3) ketika ia memenangkan kompetisi tunggal putra di All England Open Badminton Championships 2026 di Birmingham, menjadi orang Taiwan pertama yang meraih gelar tersebut dalam turnamen tahunan ini.

Lin (26), yang saat ini menempati peringkat dunia kesebelas, mengalahkan pebulu tangkis India peringkat ke-12, Lakshya Sen, dengan skor 21-15, 22-20 dalam final yang melelahkan selama 57 menit di Utilita Arena.

Pada gim pembuka, Lin secara strategis menggunakan kombinasi pukulan clear dan drop untuk membuat Sen terus bergerak, sekaligus memanfaatkan setiap kesempatan untuk melancarkan serangan agresif khasnya. Setelah membangun keunggulan 14-9 di tengah gim, Lin tetap tenang dan berhasil menutup gim pertama.

Gim kedua terbukti lebih menantang, seiring Lin menghadapi beberapa kesalahan sendiri, hingga jatuh ke 4-9 di awal. Ia tertinggal 8-11 saat jeda teknis, berjuang untuk menemukan ritmenya melawan Sen yang tangguh, yang sehari sebelumnya telah menjalani semifinal tiga gim yang melelahkan.

Setelah istirahat, Lin kembali menemukan ritmenya dan melanjutkan strategi membuat lawan bergerak di seluruh lapangan, sebelum melancarkan serangkaian smash keras. Pemain kidal asal Taiwan itu akhirnya menyamakan skor menjadi 14-14.

Meski kehilangan reli panjang 46 pukulan yang membuat kedua pemain kehabisan napas, Lin tetap fokus. Ia mencapai match point di 20-19, dan setelah sempat disamakan, ia mengamankan kemenangan bersejarah tersebut.

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Saat meraih kemenangan, yang memberikannya gelar tunggal putra sekaligus hadiah uang sebesar US$101.500 (Rp1,722 miliar), Lin jatuh ke lantai dan mengepalkan tangan, sambil mengeluarkan teriakan kemenangan. Ia kemudian melemparkan seragam dan raketnya kepada para penggemar di tribun.

Sebelum pertandingan ini, di babak 16 besar, Lin juga sempat mengalahkan bintang Indonesia Jonatan Christie, yang menempat peringkat empat dunia, dengan skor 21-19 dan 21-12.

Gelar Lin di turnamen level Super 1000 ini menempatkannya dalam sejarah sebagai pemain tunggal putra Taiwan pertama yang naik ke podium di turnamen tersebut.

Rekor terbaik Taiwan sebelumnya adalah posisi kedua di nomor ini, oleh Chou Tien-chen (周天成) pada 2020 dan Lee Chia-hao (李佳豪) tahun lalu.

Peringkat dunia Lin diperkirakan akan masuk ke sepuluh besar untuk pertama kalinya. Saat ini, ia menempati peringkat kedua pemain tunggal putra Taiwan. Pada pertengahan Januari, ia meraih gelar India Open, menandai kejuaraan pertamanya di turnamen BWF Super 750.

Gelar yang diraihnya pada Minggu merupakan gelar kelima bagi pemain Taiwan di Kejuaraan All England Open Badminton, setelah kemenangan sebelumnya oleh Ye Hong-wei (葉宏蔚) dan Nicole Gonzales Chan (詹又蓁) di nomor ganda campuran, serta gelar tunggal putri yang diraih Tai Tzu-ying (戴資穎) pada 2017, 2018, dan 2020.

(Oleh Li Chien-chung, Chao Yen-hsiang, Lee Chien-chung, dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.