Taipei, 31 Mar. (CNA) Indikator pemantauan ekonomi Taiwan kembali menunjukkan lampu merah untuk bulan ketiga berturut-turut pada Februari, dengan skor komposit naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, kata Dewan Pengembangan Nasional (NDC) pada Senin (30/3).
Indeks komposit naik satu poin dari bulan sebelumnya menjadi 40, tertinggi sejak Juli 2021, tetap berada di zona merah yang menandakan ekonomi sedang memanas.
NDC menggunakan sistem lima warna untuk melacak kondisi ekonomi. Lampu merah (38-45 poin) menandakan ekonomi terlalu panas, kuning-merah (32-37) berarti sedang menghangat, hijau (23-31) menunjukkan pertumbuhan stabil, kuning-biru (17-22) mencerminkan kelesuan, dan biru (9-16) menandakan kontraksi.
Dari sembilan faktor indikator pemantauan, subindeks jam lembur di sektor industri dan jasa naik dua poin ke zona merah, didorong permintaan kuat untuk aplikasi kecerdasan buatan (AI) dan distorsi terkait Tahun Baru Imlek, kata NDC.
Indikator sentimen bisnis manufaktur turun satu poin ke kuning-biru dari hijau, mencerminkan hari kerja yang lebih sedikit selama periode liburan dan pandangan yang lebih hati-hati di antara perusahaan, kata NDC.
Tujuh indikator lainnya -- agregat jumlah uang beredar M1B, pendapatan di sektor grosir, ritel, serta makanan dan minuman, perubahan harga saham, impor mesin dan peralatan listrik, ekspor barang, penjualan manufaktur, dan produksi industri -- tetap tidak berubah.
Pejabat NDC Chen Mei-chu (陳美菊) mengatakan skor Februari adalah yang tertinggi dalam lebih dari empat tahun, terutama karena lonjakan jam lembur, yang berubah dari penurunan 0,7 persen pada Januari menjadi kenaikan 13,9 persen.
Selain sektor teknologi, bisnis ritel dan restoran juga mencatat jam kerja lebih panjang selama libur Tahun Baru Imlek selama sembilan hari di pertengahan Februari.
Chen mengatakan baik indeks indikator utama maupun indeks koinisiden, yang merangkum kondisi ekonomi saat ini, masing-masing terus meningkat selama delapan dan enam belas bulan berturut-turut, menandakan momentum yang berkelanjutan.
Data gabungan untuk Januari dan Februari juga kuat, dengan ekspor melonjak lebih dari 40 persen secara tahunan dan pertumbuhan produksi industri, penjualan manufaktur, serta aktivitas grosir dan ritel tetap solid.
Ke depannya, kata Chen, permintaan terkait pengembangan AI global diperkirakan akan tetap kuat, didukung belanja modal yang berkelanjutan dari penyedia layanan komputasi awan, sementara ekspor industri nonteknologi juga dapat membaik.
Namun, ia memperingatkan bahwa ketidakpastian masih ada, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan potensi kebijakan perdagangan baru Amerika Serikat, yang dapat membebani prospek global.
Selesai/ja