Taipei, 24 Sep. (CNA) Penembak Taiwan, Lee Meng-yuan (李孟遠) meraih perunggu dalam nomor skeet putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Rabu (23/9), sekaligus menjadi atlet Taiwan pertama yang menyabet medali dalam nomor tersebut di Asian Games.
Atlet berusia 32 tahun itu memetik perunggu dengan mencatat 29 tembakan yang mengenai sasaran, berada di belakang Rashid Saleh Al-Athba dari Qatar yang meraih emas dengan rekor Asia 34 tembakan, serta Lyu Jianlin (吕健林) dari Tiongkok yang menyabet perak dengan 33 tembakan.
Dalam wawancara dengan CNA seusai pertandingan, Lee mengatakan persiapannya sangat berat, seiring kondisinya belakangan ini tidak terlalu baik, bahkan cedera pinggangnya kambuh sebelum berangkat.
Beruntung, setelah tiba di Jepang, pola hidupnya menjadi lebih teratur dan pola makannya juga lebih terjaga, membuat kondisi fisiknya berangsur membaik sehingga ia dapat berkonsentrasi di pertandingan, ucapnya.
"Sejak awal memang ada perasaan ingin menebus kegagalan sebelumnya. Meskipun tidak mendapatkan medali emas, kalau dipikir-pikir, saya masih punya ruang untuk berkembang," kata Lee.
Setelah mencapai puncak kariernya di Olimpiade Paris 2024, di mana ia mencetak sejarah dengan menyabet perunggu dalam nomor skeet putra dan menjadi atlet Taiwan pertama yang meraih medali cabang olahraga menembak Olimpiade, 2025 menjadi tahun yang penuh ujian bagi Lee.
Ayahnya sekaligus mantan atlet nasional dan pelatih menembak, Hsieh Chih-pei (謝志培), meninggal dunia. Kemudian, ia terkena larangan bertanding selama lima bulan karena tidak sengaja menggunakan obat tetes mata yang mengandung zat terlarang.
Setelah pertandingan, Lee menunjuk ke langit, seolah-olah untuk menyampaikan kabar baik tentang perolehan medali itu kepada ayahnya sesegera mungkin.
Lee mengatakan bahwa saat itu ia hanya ingin mengenang ayahnya. Bagaimanapun, dalam berbagai kompetisi besar sebelumnya, mendiang selalu berada di sisinya dan memberinya rasa tenang yang luar biasa, ucapnya.
Dahulu, jika ada masalah, Lee juga bisa segera mendapatkan masukan dari sang ayah, yang mengatur berbagai aspek kehidupannya dengan sangat baik. Namun, sekarang ia harus mengambil semua keputusan sendiri. Karena itu, ia berusaha membayangkan sosok ayahnya berada di sampingnya selama pertandingan.
"Awalnya perasaan saya sangat tenang, tetapi ketika teringat ayah, rasanya ingin menangis," kata Lee. "Medali ini memberi saya sedikit dorongan. Setelah berusaha sampai sekarang dan akhirnya mendapatkan hasil, saya akan punya lebih banyak motivasi untuk latihan dan bertanding ke depannya."
Skeet adalah nomor di cabang olahraga menembak dengan senapan yang menargetkan sasaran berupa lempengan tanah liat yang dilontarkan ke udara.
(Oleh Chen Jung-chen, Joseph Yeh, dan Jason Cahyadi)
Selesai/