Taipei, 22 Sep. (CNA) Taiwan memperketat pengawasan produk pangan berbahan serealia serta buah dan sayuran dari Indonesia seiring lebih dari 3 ton impor terkait ditahan di perbatasan karena temuan pemanis buatan yang tidak sesuai peraturan, kata pejabat Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) pada Selasa (22/9).
TFDA dalam pengumuman mingguannya mengatakan uji sampel terhadap satu kelompok kerupuk milinum mentah dari Indonesia yang berbobot total 1,325 ton menemukan kandungan pemanis buatan sakarin 0,06 g/kg dan asam siklamat 0,06 g/kg.
Uji terhadap sekelompok kerupuk rambak tahu kotak mentah 1,1 ton menemukan sakarin 0,02 gram per kilogram dan asam siklamat sebesar 0,04 g/kg, sementara opak mentah 1 ton ditemukan mengandung sakarin 0,02 g/kg dan asam siklamat 0,38 g/kg, menurut TFDA.
Ketiga produk yang diimpor Taiwan Sheba Enterprises Co. dari CV. JNF itu dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan, karena di Taiwan tidak termasuk kategori yang diperbolehkan mengandung kedua jenis pemanis buatan tersebut, menurut TFDA.
Seiring dengan itu, Liu Fang-ming (劉芳銘), direktur Pusat Manajemen Taiwan Utara TFDA, mengatakan kepada media bahwa Taiwan memperketat uji terhadap produk pangan olahan berbahan serealia serta buah dan sayuran dari Indonesia, ke tingkat pengambilan sampel 20 persen hingga 50 persen, yang diperkirakan berlangsung hingga 21 Oktober.
Secara total, TFDA hari Selasa mengumumkan 12 produk impor yang ditahan di perbatasan karena tidak sesuai dengan standar Taiwan, termasuk masing-masing tiga dari Indonesia dan Tiongkok, masing-masing dua dari Prancis dan Jepang, serta satu dari Sri Lanka dan Tailan.
(Oleh Shen Pei-yao dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja