MOFA berterima kasih atas dukungan dari 8 negara terhadap status quo Selat Taiwan

24/09/2026 14:58(Diperbaharui 24/09/2026 14:58)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 24 Sep. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Kamis (24/9) mengucapkan terima kasih kepada delapan negara Eropa dan Indo-Pasifik karena menentang perubahan sepihak terhadap status quo di Selat Taiwan dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pekan ini.

Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) menyambut baik pernyataan tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas sikap negara-negara tersebut, kata MOFA dalam siaran pers.

Dalam salah satu paragraf pernyataan bersama tersebut, delapan negara tersebut menyoroti perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik serta status quo di Selat Taiwan, kata MOFA.

Pernyataan ini dikeluarkan pada Selasa oleh para menteri luar negeri dan perwakilan senior dari Australia, Prancis, Jerman, Jepang, Selandia Baru, Polandia, Korea Selatan, dan Inggris, setelah mereka bertemu di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

"Kami menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. Kami mendorong dialog dan menentang segala upaya sepihak untuk mengubah status quo di Selat Taiwan," kata para perwakilan tersebut.

MOFA mengatakan pihaknya menyambut baik perhatian berkelanjutan dari komunitas internasional dan mitra yang sejalan dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan status quo di selat tersebut.

Dalam menghadapi tantangan geopolitik dan regional yang semakin meningkat, Taiwan akan memperkuat pertahanan diri dan ketahanan masyarakatnya, sambil memperdalam kerja sama dengan mitra-mitra demokratis, kata kementerian.

Delapan negara tersebut juga mengatakankeamanan dan kemakmuran di Eropa dan Indo-Pasifik semakin saling terhubung. Mereka berjanji untuk bekerja lebih erat dalam menghadapi tantangan bersama, termasuk ancaman di berbagai bidang dan ketahanan masyarakat mereka.

(Oleh Chao Yen-hsiang dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.