Nagoya, 23 Sep. (CNA) Zhang Huan-yi (張煥宜) dari Taiwan meraih medali perunggu Asian Games kedua berturut-turut di divisi wushu putra 75 kilogram pada Rabu (23/9) setelah wasit menghentikan semifinalnya melawan Abdurashid Abdullayev dari Kazakhstan karena pendarahan dari lukanya yang terbuka kembali.
Zhang terjatuh dua kali di ronde pertama. Jatuh yang kedua menyebabkan cedera yang dideritanya pada pertandingan sebelumnya terbuka kembali, sehingga wasit menghentikan pertandingan karena pendarahan. Menurut peraturan, ini mengakibatkan kekalahan knockout baginya.
Menahan rasa sakit hingga bahkan terlihat agak tidak stabil saat berjalan turun dari arena, Zhang kembali ke ruang medis di lokasi untuk menghentikan pendarahan. Meskipun darah untuk sementara berhasil dihentikan, area sekitar mata kanannya tampak memar dan membengkak parah.
Zhang mengalami luka sepanjang 6 sentimeter di atas alis kanannya pada pertandingan pembuka hari Minggu, yang memerlukan sembilan jahitan. Penanganan medis segera setelah pertandingan memungkinkannya tetap bertahan di turnamen.
Zhang mengenang bahwa lukanya terkena pukulan tidak lama setelah pertandingan semifinal dimulai. "Saat itu rasanya benar-benar sangat perih dan saya bahkan sempat dihitung oleh wasit," ujarnya.
"Namun, saya tidak ingin menyerah, jadi saya terus bertahan. Namun, setelah terkena pukulan untuk kedua kalinya, luka tersebut kembali terbuka dan berdarah. Meskipun saya masih mampu bertanding, wasit menghentikan pertandingan," kata Zhang.
Sambil terisak, Zhang mengatakan perjalanannya di Asian Games telah berakhir, dan dirinya akan beristirahat sejenak kemudian menjadi pelatih.
"Setelah Asian Games sebelumnya berakhir, saya sempat mengalami masa sulit. Saat itu saya merasa sepertinya sudah tidak punya kesempatan lagi untuk tampil di panggung Asian Games," kata Zhang.
"Saya tidak menyangka kali ini kembali terpilih. Namun, setelah kalah dalam pertandingan hari ini, perjalanan saya di Asian Games benar-benar berakhir," ucapnya.
"Begitu masuk arena, saya menganggap setiap detik sebagai detik terakhir dan ingin memanfaatkan setiap detik. Selama masih bisa bertanding, saya tidak ingin turun dari arena. Namun, sekarang saya akan beristirahat sejenak, kemudian beralih menjadi pelatih dan terus meneruskan tradisi dalam dunia wushu."
Selesai/