Taipei, 18 Juni (CNA) Kesuksesan uji coba fitur peringatan wajah tertutup di 1.154 mesin ATM dari 12 lembaga keuangan Taiwan telah berhasil memblokir ribuan transaksi mencurigakan, kata Biro Investigasi Kriminal (CIB) dalam sebuah jumpa pers hari Kamis (18/6).
Menurut statistik Dasbor Anti-Penipuan 165 CIB, kepolisian Taiwan di sepanjang Mei menangani lebih dari 12.000 kasus penipuan dengan total kerugian mencapai NT$ 5,46 miliar (Rp3,08 triliun), penurunan signifikan dari periode yang sama pada tahun lalu dengan lebih dari 16.000 kasus dengan total kehilangan mencapai NT$8,72 miliar, kata biro tersebut.
CIB mencontohkan keberhasilan uji coba awal yang dilakukan Chunghwa Post dan Pemerintah Kota Tainan sejak Mei tahun lalu di empat kantor pos setempat, yang dipasangi sistem deteksi penutup wajah yang terintegrasi dengan mekanisme peringatan suara langsung saat transaksi berlangsung.
Selain Chunghwa Post, lembaga keuangan lain seperti CTBC Bank, Mega Bank, Taiwan Cooperative Bank, dan Bank SinoPac telah memulai uji coba serupa sejak Juni tahun lalu.
Pada gelombang terbaru kali ini, sejumlah bank besar turut bergabung, di antaranya Chang Hwa Bank, First Bank, Land Bank of Taiwan, Taishin Bank, Cathay United Bank, Bank of Taiwan, dan Taiwan Business Bank.
CIB memaparkan bahwa dari 1.154 mesin ATM yang dilengkapi fitu ini, delapan lembaga keuangan dengan total 1.146 mesin telah berhasil menyajikan data yang dapat diukur secara kuantitatif.
Berdasarkan data komparatif dari masa uji coba antara Januari hingga April dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 1.851 transaksi yang terindikasi penipuan berhasil terhadang, dengan total dana yang berhasil diselamatkan mencapai NT$ 41,48 juta.
Menurut penjelasan CIB, uji coba ini tidak hanya efektif, tetapi juga secara signifikan mengurangi beban penyelidikan aparat kepolisian di tahap hilir karena pencegahan berhasil dilakukan sejak awal transaksi berlangsung.
CIB menganalisis bahwa kurir sindikat penipuan umumnya mengenakan helm, masker, atau kacamata hitam untuk menyembunyikan identitas mereka, sehingga menyulitkan pihak berwenang dalam melacak rekaman kamera pengawas pascakejadian.
Melalui integrasi fitur pendeteksi wajah pada ATM, kata CIB, paradigma penegakan hukum kini bergeser dari yang sebelumnya "penyedikian pasca kasus terjadi" menjadi "langsung menghentikan pelaku di saat transaksi sedang berjalan."
(Oleh Liu Chien-pang dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC