Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim mendatangi Palau dari 6 hingga 10 Juni, mendorong lebih banyak wisatawan Taiwan untuk berkunjung hingga mengatakan Taiwan akan membantu Palau memerangi kejahatan lintas negara.
Tiba di Palau pada 6 Juni, Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya sejak menjabat pada 2024.
Di jamuan makan malam, Presiden Palau Surangel Samuel Whipps Jr. menyatakan dukungan untuk pengakuan kedaulatan Taiwan. Ia juga mencatat Taiwan telah menunjukkan kepemimpinan di berbagai bidang, dan seharusnya dilibatkan dalam diskusi internasional.
Di Kongres Nasional Palau, Hsiao mengatakan Taiwan sedang mempersiapkan penempatan personel Biro Investigasi ke Palau untuk membantu memerangi kejahatan lintas negara. Whipps kemudian menyambut baik.
Delegasi juga sempat mengunjungi proyek infrastruktur yang didanai Taiwan, rumah sakit, pusat budidaya perairan, dan lahan percontohan yang dijalankan misi teknis Taiwan.
Di hari terakhir kunjungannya pada tanggal 10, Hsiao mengatakan Tiongkok telah menjadikan sektor pariwisata di Palau sebagai alat tekanan dan pemaksaan. Ia pun mengajak wisatawan Taiwan mengunjungi Palau, yang menawarkan berbagai aktivitas rekreasi air.
Kelompok buruh pada 14 Juni mendesak pemerintah untuk mengizinkan perawat domestik migran dipekerjakan dan dikelola lembaga perawatan jangka panjang, mengatakan langkah ini akan mencegah kerja berlebihan dan lebih melindungi kepentingan penerima dan pemberi perawatan.
Sekitar 50 pengunjuk rasa mendatangi Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan pada 14 Juni. Mereka menyerukan agar perawat rumah tangga migran dapat dipekerjakan lembaga layanan perawatan jangka panjang, ketimbang langsung oleh keluarga individu.
Dengan begini, perawat domestik akan dicakup Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, yang memberikan perlindungan yang lebih jelas.
Wu Jing-ru dari Taiwan International Workers' Association mengatakan model ini juga akan membuat keluarga pasien tidak lagi harus memikul tanggung jawab sebagai majikan.
Pejabat Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Wu Hsi-we mengatakan usulan ini akan memerlukan perubahan regulasi yang luas dan penilaian yang hati-hati, dan kementeriannya akan terus mengumpulkan pandangan dan menilai potensi dampaknya.
Presiden Lai Ching-te pada 14 Juni mengatakan Taiwan akan memperdalam kerja sama dengan mitra-mitra demokratis untuk memperkuat rantai pasokan dan ketahanan ekonomi, sekaligus membantu menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Konvensi Rotary International kembali digelar di Taipei setelah 32 tahun, dengan dihadiri puluhan ribu anggota dari lebih dari 140 negara.
Dalam upacara pembukaan pada 14 Juni, Presiden Lai Ching-te mengatakan bahwa dengan kekuatan di bidang teknologi, Taiwan akan memperluas kerja sama dengan mitra-mitra demokratisnya, meningkatkan ketahanan rantai pasokan dan ekonomi, menjaga perdamaian dan stabilitas regional, serta mendorong kemakmuran dan pembangunan global.
Lai juga mengatakan konvensi ini menunjukkan pengakuan internasional atas kontribusi jangka panjang Taiwan terhadap kepedulian kemanusiaan, kesejahteraan publik, dan perdamaian dunia.
Dugaan ledakan gas di sebuah gedung hunian di Kota Hsinchu pada 9 Juni dini hari telah menyebabkan dua orang tewas.
Sebuah dugaan ledakan gas terjadi di gedung hunian di Jalan Gaocui, Distrik Timur, Kota Hsinchu pada 9 Juni dini hari, membuat bangunan hingga kendaraan di sekitarnya rusak.
Petugas penyelamat menemukan sepasang suami-istri, yang menjalankan usaha toko kelontong, tertimpa dinding di kamar tidur lantai dua. Mereka dinyatakan meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit.
Kepala Biro Pemadam Kebakaran Kota Hsinchu, Lee Shih-kung mengatakan bahwa di toko nasi kotak yang diduga menjadi lokasi ledakan, ditemukan selang tabung gas yang putus. Gas berkonsentrasi tinggi yang terakumulasi diduga bertemu percikan listrik dan memicu ledakan.
Sebelas warga negara Indonesia ditangkap setelah terjadi perkelahian di bawah pengaruh alkohol di Stasiun Kereta Taichung pada 14 Juni, kata kepolisian.
Sebuah perkelahian pecah di Stasiun Kereta Taichung pada 14 Juni. Kepolisian mengerahkan 18 petugas ke lokasi, tetapi mereka menemukan kerumunan telah bubar.
Penyelidikan menunjukkan peristiwa dipicu cekcok di antara pekerja migran Indonesia yang sebelumnya meminum minuman keras.
Empat tersangka ditangkap dari lokasi kejadian dan tujuh lainnya dari berbagai tempat. Empat berstatus legal, enam pekerja migran hilang kontak, dan satu telah melewati batas izin tinggal.
Kasus telah dilimpahkan ke kejaksaan atas dugaan tindak pidana perkelahian yang melibatkan sekelompok orang.
(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)