Taipei, 15 Jun. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) mengatakan pada hari Senin (15/6) bahwa susu formula bayi yang diduga terkait dengan kasus botulisme (keracunan akibat bakteri) bayi di Amerika Serikat belum diimpor ke Taiwan setidaknya selama tiga tahun terakhir.
Produk tersebut, Nara Organics Whole Milk Infant Formula, menjadi sorotan setelah tiga kasus botulisme bayi dilaporkan di AS. Menurut perusahaan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menemukan bahwa ketiga bayi yang terdampak telah mengonsumsi susu formula tersebut.
Pejabat TFDA, Liao Tzu-ting (廖姿婷), mengatakan bahwa tinjauan terhadap basis data inspeksi perbatasan lembaganya tidak menemukan catatan impor produk tersebut selama tiga tahun terakhir.
Susu formula tersebut juga tidak tercantum dalam catatan registrasi susu formula bayi dan lanjutan di Taiwan, tambahnya.
Nara Organics mengumumkan penarikan sukarela semua produk susu formula bayinya setelah diberitahu tentang tiga kasus tersebut pada 12 Juni dan telah menyediakan informasi pengembalian dana di situs webnya.
Hingga hari Minggu, tidak ada sampel susu formula bayi Nara yang dinyatakan positif mengandung Clostridium botulinum (C. botulinum), kata perusahaan tersebut.
Perusahaan juga mengimbau konsumen untuk mewaspadai gejala botulisme bayi, termasuk sembelit, kesulitan makan, kelopak mata terkulai, pupil lamban, tonus otot rendah, kesulitan mengisap atau menelan, tangisan lemah atau berubah, kelemahan umum, kesulitan bernapas, dan dalam kasus parah, henti napas.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, tiga kasus penyakit tersebut dimulai antara April dan Mei 2026. Pengujian terhadap susu formula bayi Nara dan investigasi terkait masih berlangsung.
Ditegaskan bahwa botulisme dapat berakibat fatal.
TFDA menyarankan masyarakat untuk tidak membeli atau mengonsumsi produk yang terdampak saat berkunjung ke AS, dan mencatat bahwa toksin botulinum dapat dihancurkan dengan merebus makanan setidaknya selama 10 menit.
Selesai/IF