Chen Wei-chung dari Taiwan raih juara pertama dalam kompetisi dirigen internasional

15/06/2026 15:32(Diperbaharui 15/06/2026 15:32)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Chen Wei-chung dari Taiwan memenangkan hadiah pertama Eskişehir International Gürer Aykal Conducting Competition pertama di Turki pada hari Minggu. (Sumber Foto : NSO)
Chen Wei-chung dari Taiwan memenangkan hadiah pertama Eskişehir International Gürer Aykal Conducting Competition pertama di Turki pada hari Minggu. (Sumber Foto : NSO)

Taipei, 15 Jun. (CNA) Chen Wei-chung (陳巍中) dari Taiwan memenangkan hadiah pertama pada Eskişehir International Gürer Aykal Conducting Competition pertama di Turki pada hari Minggu (14/6), menurut National Symphony Orchestra (NSO).

Penghargaan tersebut mencakup hadiah uang sebesar 7.500 euro (Rp154,2 juta) dan kesempatan untuk memimpin empat konser bersama orkestra Turki.

Kompetisi ini terbuka untuk dirigen yang lahir setelah 1 Januari 1991. Chen lolos dari babak penyisihan dengan mengirimkan video penampilan, serta melewati tahap pertama dan kedua di Eskişehir sebelum mencapai tahap ketiga dan final, di mana ia meraih hadiah utama.

Sementara itu, dirigen Taiwan Brian Liao (廖元宏) menerima penghargaan khusus dari kompetisi tersebut.

Menurut pernyataan NSO, Chen mengatakan Direktur Eksekutif Lydia Wen-chen Kuo (郭玟岑) menelepon untuk mengucapkan selamat kepadanya tak lama setelah hasil diumumkan, dan ia berterima kasih kepada orkestra atas dukungannya selama kompetisi.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas program kelas master NSO yang dipimpin oleh Konduktor Emeritus Lü Shao-chia (呂紹嘉), di mana ia terpilih selama tiga tahun berturut-turut dari 2023 hingga 2025.

Chen menggambarkan pengalaman tersebut sebagai "masa paling membuka mata" dalam perkembangan musikalnya.

Menurut NSO, Chen bergabung dengan kelompok drumband SMA Chien Kuo sebagai siswa dan mulai tertarik pada dunia dirigen setelah menyadari pengaruh besar seorang dirigen terhadap suara sebuah ansambel.

Ia kemudian belajar di Departemen Ilmu Laboratorium Klinik dan Bioteknologi Medis di National Taiwan University sambil terus menjalani pelatihan musiknya. Ia kemudian diterima di program magister di Departemen Musik National Taiwan Normal University.

Setelah menerima beasiswa pemerintah untuk studi ke luar negeri, Chen mendaftar di program doktoral bidang dirigen orkestra di Jacobs School of Music, Indiana University, di mana ia saat ini sedang menempuh studinya.

Berbicara kepada CNA, Chen mengatakan latar belakang ilmiahnya membantunya menganalisis partitur musik secara lebih rasional, sementara menjadi dirigen juga membutuhkan kepekaan emosional dan intuisi artistik.

Chen juga berterima kasih kepada keluarganya yang telah mendukung keputusannya meninggalkan studi kedokteran dan mengejar karier musik meskipun "jalan menjadi dirigen itu berat."

Kompetisi tersebut digelar pada 8-15 Juni dan dimaksudkan untuk menjadi acara dua tahunan.

Dinamai sesuai salah satu dirigen paling berprestasi di Turki, kompetisi ini bertujuan untuk menemukan bakat-bakat baru dan membangun pengakuan internasional, menurut situs resminya.

(Oleh Chao Ching-yu, Wu Kuan-hsien, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.