Sindikat penipuan asmara berbasis AI terorganisasi di Taiwan berhasil ditangkap

14/05/2026 10:54(Diperbaharui 14/05/2026 11:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : CNA, 13 Mei 2026)
(Sumber Foto : CNA, 13 Mei 2026)

Taipei, 13 Mei (CNA) Penegak hukum di Taipei telah berhasil membongkar sindikat penipuan asmara terorganisasi yang menggunakan teknologi pengubah suara berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengelabui korban di platform kencan.

Berdasarkan hasil investigasi, sindikat ini, yang dipimpin pasangan suami-istri, memiliki pembagian kerja yang sangat terorganisasi, dengan adanya tim perekrutan, pendamping, hingga hubungan masyarakat.

Sang istri berperan mengelola pencucian uang, sedangkan tim perekrutan bertugas mencari target di aplikasi kencan menggunakan foto-foto wanita cantik hasil manipulasi perangkat lunak untuk menarik minat korban, menurut investigasi.

Setelah korban terpikat, komunikasi dilanjutkan tim pendamping untuk membangun kedekatan emosional. Pihak berwenang mengungkapkan sindikat ini memanfaatkan perangkat lunak pengubah suara AI untuk mengubah suara karyawan pria menjadi wanita yang merdu. 

Dengan identitas palsu tersebut, mereka menjalin hubungan asmara virtual dan mulai meminta berbagai hadiah mahal dengan alasan biaya medis keluarga, tuntutan performa kerja, hingga kebutuhan pribadi, kata penyidik.

Barang-barang mewah yang diminta meliputi ponsel kelas atas, pengering rambut merk Dyson, perhiasan emas, hingga paket perawatan kecantikan premium, dengan total kerugian korban diperkirakan mencapai jutaan dolar Taiwan, menurut pihak berwenang.

Untuk menjaga kepercayaan korban yang telah mengirimkan hadiah dalam jumlah tertentu, sindikat ini mengatur pertemuan fisik antara korban dengan seorang wanita yang merupakan anggota tim hubungan masyarakat sindikat, menurut pihak berwenang.

Penyelidikan awal mengungkap sindikat ini mempekerjakan setidaknya lima wanita sebagai staf hubungan masyarakat dengan sistem gaji pokok ditambah komisi berdasarkan nilai hadiah atau uang tunai yang berhasil didapatkan. Rata-rata pendapatan bulanan mereka dilaporkan melebihi NT$100.000 (Rp55,372 juta). 

Kasus ini terungkap setelah sepuluh orang korban melapor ke kepolisian karena merasa diabaikan setelah mereka berhenti mengirimkan hadiah, kata tim penyidik.

Kantor Kejaksaan Distrik Taipei hari Selasa (12/5) memimpin operasi besar-besaran bersama Biro Investigasi Kriminal dan Kantor Polisi Zhongshan, menangkap 21 tersangka utama, termasuk pasutri bermarga Huang (黃), dan menemukan lebih dari 20 orang lainnya di lokasi kantor pusat operasi mereka.

Seluruh tersangka diserahkan ke kejaksaan pada Rabu dan akan diproses hukum atas dugaan tindak pidana penipuan dan pelanggaran hukum terkait lainnya.

(Oleh Hsieh Chun-lin dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.