Taipei, 11 Mei (CNA) Pemerintah Taiwan tetap yakin akan hubungan yang stabil dengan Amerika Serikat (AS), tetapi terus memantau dengan seksama bagaimana isu Taiwan akan dibahas dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping (習近平), kata Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍), Senin (11/5).
Trump dijadwalkan mengunjungi Beijing dari Rabu hingga Jumat untuk pertemuan puncak dengan Xi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pekan lalu bahwa meskipun Taiwan kemungkinan akan masuk dalam agenda, Washington dan Taipei memandang menjaga stabilitas di Selat Taiwan sebagai kepentingan bersama.
Berbicara kepada wartawan di sela-sela sidang Yuan Legislatif, Lin mengatakan pemerintah telah menjaga komunikasi yang erat dengan Washington melalui semua saluran yang tersedia.
Washington telah berulang kali memberikan jaminan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak dan tidak akan berubah, tambah Lin.
Kemudian, menanggapi pertanyaan legislator di sidang, Lin mengatakan ia tetap yakin pada hubungan jangka panjang Taiwan-AS karena didasarkan pada Undang-Undang Hubungan Taiwan (TRA) dan Enam Jaminan.
TRA, yang disahkan menjadi undang-undang oleh mantan Presiden AS Jimmy Carter pada 10 April 1979, mewajibkan AS menyediakan perlengkapan dan layanan pertahanan yang diperlukan bagi Taiwan agar dapat mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang memadai setelah terputusnya hubungan diplomatik resmi.
Berdasarkan Enam Jaminan yang dikeluarkan pemerintahan mantan Presiden AS Ronald Reagan pada 1982, AS berjanji tidak akan berkonsultasi dengan Beijing mengenai penjualan senjata ke Taiwan dan tidak mengambil posisi atas kedaulatan Taiwan.
Lin juga mengatakan kepada legislator bahwa Washington telah mengindikasikan mereka ingin fokus pada isu-isu terkait perang dagang, fentanil, dan Timur Tengah dalam pertemuan puncak, sementara Beijing bersikeras untuk mengangkat isu Taiwan.
"Tentu saja, kami tidak ingin ada kejutan [terkait Taiwan] dalam pertemuan Trump-Xi," ujarnya, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan memantau pertemuan puncak tersebut dengan cermat.
Lin mengatakan bahwa meskipun Trump mungkin kurang konvensional dalam retorikanya, baik pemerintahan pertamanya maupun masa jabatannya saat ini terus menyetujui penjualan senjata ke Taiwan dan memandangnya sebagai mitra yang tak tergantikan dalam strategi keamanan nasional AS yang lebih luas.
"Kita harus waspada, tapi tidak perlu terlalu khawatir," tambah Lin.
Selesai/