Taipei, 14 Mei (CNA) Taipei meningkatkan upaya melawan infestasi tikus dengan memperluas metode pelacakan dan menyerukan kepada pemerintah pusat untuk membentuk sistem pemantauan nasional yang terintegrasi guna menilai efektivitas pengendalian hama secara lebih baik.
Berbicara pada peluncuran layanan deteksi tikus komunitas baru di Taipei pada Rabu (13/5), Direktur Departemen Perlindungan Lingkungan (DEP) kota, Shyu Shyh-shiun (徐世勲) mengatakan Taiwan saat ini belum memiliki metode standar untuk memperkirakan populasi tikus.
Sampai sistem seperti itu dibentuk, kota ini akan memperluas penggunaan metode "malam jebakan", serta melacak lubang tikus aktif dan laporan masyarakat sebagai indikator tren wabah, kata Shyu.
DEP mengatakan metode "malam jebakan" mengevaluasi efektivitas pengendalian tikus dengan menempatkan perangkap berumpan sebelum dan sesudah tindakan pembasmian dilakukan dan membandingkan hasil tangkapan.
Departemen juga mengumumkan warga dapat mengajukan permohonan layanan inspeksi tikus profesional gratis mulai Jumat dengan mengunduh formulir aplikasi dari situs web DEP dan mengirimkannya melalui pos, faks, atau surel.
Shyu mengatakan departemennya saat ini memiliki lebih dari 80 spesialis desinfeksi, masing-masing dibantu satu atau dua petugas kebersihan, yang seharusnya cukup untuk memenuhi permintaan saat ini.
Kao Chien-fu (高健富), kepala regu desinfeksi DEP dan salah satu spesialis deteksi tikus yang baru ditunjuk di kota tersebut, mengatakan inspeksi rumah tangga biasanya memakan waktu sekitar dua jam, termasuk mengidentifikasi jejak tikus, menentukan spesies, dan merekomendasikan langkah pencegahan.
Kao mengatakan ada tiga spesies tikus yang umum ditemukan di rumah-rumah Taiwan.
Tikus atap, penyerbu rumah tangga yang paling umum, memiliki ekor yang lebih panjang dari tubuhnya dan lebih menyukai buah serta ubi jalar, sering bersarang di plafon atau tempat persembunyian yang tinggi, katanya.
"Kamu tidak akan menangkap mereka dengan daging di perangkap," kata Kao.
Tikus Norway, juga dikenal sebagai tikus coklat, memiliki ekor yang lebih pendek dan kemampuan memanjat yang buruk, dan biasanya ditemukan di saluran pembuangan, area pengumpulan sampah, dan pasar tradisional, di mana mereka lebih menyukai sumber makanan berbasis daging, tambahnya.
Tikus rumah, yang terkecil dari ketiganya, terutama memakan biji-bijian dan sering disangka sebagai tikus atap muda, kata Kao.
Layanan inspeksi akan fokus pada identifikasi jalur akses tikus, seperti pipa, kabel, dan celah struktural, sambil memberikan rekomendasi khusus kepada warga tentang sanitasi dan pengelolaan lingkungan untuk mengurangi sumber makanan dan tempat bersarang.
Baru-baru ini, Taipei meluncurkan serangkaian langkah sanitasi dan pengendalian hama, termasuk kampanye pembersihan di seluruh distrik dan penempatan spesialis pencegahan tikus, di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap risiko penyakit terkait tikus.
Selesai/JC