ABK migran Indonesia tewas usai tercebur di Pelabuhan Changtanli

06/05/2026 10:22(Diperbaharui 06/05/2026 11:43)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dok. Istimewa)
(Sumber Foto : Dok. Istimewa)

Taipei, 6 Mei (CNA) Seorang anak buah kapal (ABK) migran Indonesia tewas usai jatuh ke laut di Pelabuhan Perikanan Changtanli, Kota Keelung pada Selasa (5/5) malam, diduga saat menelepon istrinya, menurut otoritas setempat.

Otoritas penyelamat mengatakan kepada CNA bahwa pihaknya pada pukul 18.24 menerima laporan dari Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA) di pelabuhan tersebut bahwa seorang pekerja migran jatuh ke laut dan hilang.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 18.39, dan bersama personel CGA, melakukan pencarian di laut hingga berhasil menemukan korban yang dalam keadaan tanpa tanda kehidupan pada pukul 18.48.

Korban segera dilarikan ke Tri Service General Hospital Cabang Keelung, di mana pada pukul 20.22 ia dinyatakan meninggal dunia, menurut otoritas penyelamat.

Menurut otoritas penyelamat, korban diketahui sebagai seorang ABK migran Indonesia laki-laki berusia 31 tahun berinisial R yang tiba di Taiwan sekitar satu bulan lalu.

Ia terjatuh setelah kepalanya terbentur, ketika sedang buang air kecil di sisi kapal sembari menelepon istrinya, setelah meminum alkohol, kata otoritas penyelamat berdasarkan informasi yang diterimanya.

Media lokal memberitakan kepolisian telah meminta kejaksaan untuk melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematiannya.

(Oleh Wang Chao-yu dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.