Taipei, 6 Mei (CNA) Pemerintah Kota Taipei akan meluncurkan putaran kedua dari langkah-langkah sanitasi dan memperkenalkan "spesialis pengendalian tikus" untuk membantu warga mengatasi masalah tikus di rumah, kata Wali Kota Chiang Wan-an (蔣萬安) pada Selasa (5/5).
Rumah tangga akan dapat mengajukan permohonan agar para spesialis tersebut mengunjungi rumah mereka untuk menilai tingkat infestasi dan memberikan saran pencegahan serta pengendalian yang disesuaikan, ujarnya dalam konferensi pers.
Langkah ini diumumkan menyusul unggahan media sosial baru-baru ini yang melaporkan penampakan tikus, sehingga menimbulkan kekhawatiran publik. Namun, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan mengatakan tidak ada indikasi peningkatan risiko penyakit.
Data CDC menunjukkan Taiwan mencatat 45 kasus hantavirus sejak 2017, dengan dua kasus dilaporkan sejauh tahun ini, sejalan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Chiang mengatakan pemerintah kota akan mengambil pendekatan terkoordinasi lintas instansi untuk memperkuat pencegahan, inspeksi, dan sanitasi, sambil mengimbau warga untuk tetap tenang.
Pejabat mengatakan para spesialis akan fokus pada identifikasi sumber infestasi, memperbaiki kondisi lingkungan, dan mendukung pengendalian hama rumah tangga yang efektif.
Pemerintah kota juga disebut akan memperketat sanitasi di pasar, termasuk memasang jaring di saluran air, menutup celah bangunan, dan meningkatkan penanganan sampah. Subsidi akan diberikan untuk perangkap lemak, diikuti dengan inspeksi.
Departemen Pengembangan Perkotaan mengatakan laporan pengendalian hama akan diwajibkan sebelum pembongkaran dimulai pada bangunan tua, dengan pembaruan setiap enam bulan selama proyek berlangsung.
Tempat komersial besar dan restoran juga harus menyelesaikan langkah pencegahan tikus sebelum izin renovasi diterbitkan.
Sementara itu, Anggota Dewan Kota Taipei dari Partai Progresif Demokratik (DPP) Hsu Shu-hua (許淑華) dalam sebuah unggahan Facebook mengkritik Pemerintah Kota Taipei karena dianggap lambat dalam merespons masalah tikus yang "semakin parah".
Dengan mengutip kehadiran Chiang yang hanya mencapai satu dari tiga rapat terkait sejak Februari, Hsu mempertanyakan komitmennya dalam menangani masalah tersebut.
"Seiring masalah tikus semakin parah, [kurangnya] tekad dan perhatian wali kota menjadi jelas di mata publik," tulisnya.
Hsu juga menyerukan langkah-langkah jangka panjang, termasuk peningkatan sistem drainase air hujan di Taipei dan peninjauan kembali zonasi perkotaan.
Ia juga mendesak pemerintah kota menggunakan stasiun umpan demi melindungi hewan peliharaan dan satwa liar, mengumumkan lokasi penempatan rodentisida kepada publik, serta menyelidiki penggunaan yang tidak semestinya, sambil meminta Chiang secara aktif mengadakan upaya lintas departemen.
Anggota Dewan Kota Taipei dari Kuomintang (KMT) Liu Tsai-wei (柳采葳) membalas di media sosial, menyebut tindakan DPP sebagai "berlebihan" dan menuduh pernyataan Hsu merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempolitisasi isu tikus menjelang pemilihan daerah pada November.
"Sungguh konyol bahwa seorang perwakilan [DPP] kini menuntut pemerintah kota menggunakan rodentisida tetapi pada saat yang sama mengkritiknya karena melakukan hal itu," tulis Liu dalam sebuah unggahan di Facebook.
Liu mengatakan aplikasi rodentisida merupakan komponen utama dalam pengendalian hama dan pemerintah kota terus melaksanakan langkah-langkah antitikus sesuai dengan pedoman pemerintah pusat.
Isu tikus telah menyoroti ketegangan antara pemerintah Kota Taipei yang dipimpin KMT dan pemerintah pusat yang dipimpin DPP.
Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, Departemen Perlindungan Lingkungan Taipei mengatakan stafnya telah melakukan penempatan rodentisida sesuai dengan pedoman pusat, membantah rumor daring tentang penanganan yang tidak semestinya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Peng Chi-ming (彭啟明) hari Senin mendesak Chiang mengambil peran yang lebih aktif dengan mengadakan rapat lintas departemen, mengoordinasikan lembaga terkait, dan memberikan pembaruan rutin kepada publik, seraya mengatakan bahwa langkah-langkah terarah dan tekad yang kuat diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
(Oleh Yang Shu-min, Lee Hsin-Yin, Huang Li-yu, Lin Ching-yin, Chao Yen-hsiang, dan Jason Cahyadi)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/