Keripik tempe dan saus Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan karena bahan tambahan pangan

21/04/2026 13:50(Diperbaharui 21/04/2026 14:32)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 21 Apr. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (21/4) mengumumkan dua produk asal Indonesia ditahan di perbatasan karena ditemukan mengandung bahan tambahan pangan yang tidak sesuai dengan peraturan Taiwan.

Produk pertama adalah saus ayam goreng berlabel “BM019 MAMASUKA DELISAOS HOT LAVA KOREAN CHICKEN SAUCE RASA HONEY ORIGINAL” yang diimpor oleh ASEAN VIP INTERNATIONAL TRADING CO., LTD (億瓏貿易股份有限公司) pada 19 Maret. Hasil pengujian menemukan kandungan pengawet asam propionat sebesar 0,6 gram per kilogram (g/kg), sementara di Taiwan pengawet tersebut tidak diizinkan dikandung produk semacam ini, menurut TFDA.

Maka dari itu, produk yang diproduksi oleh PT Daesang Food Indonesia berjumlah 80 karton dan beratnya 307,20 kilogram akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan.

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

TFDA juga menahan produk keripik tempe asal Indonesia berlabel “CA077 ARVA MALA CRISPY TEMPE” yang diproduksi oleh CV Arva Indonesia. Hasil uji sampel menunjukkan kandungan asam siklamat sebesar 0,07 g/kg.

TFDA menyebutkan bahwa produk pemanis buatan itu tidak diizinkan dikandung dalam produk semacam ini.

Sebanyak 80 karton produk yang diimpor oleh HOCM TRADING CO., LTD. (鋐澄貿易有限公司) seberat 240 kilogram akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan. 

Selain dua produk Indonesia tersebut, TFDA hari Selasa mengumumkan 11 produk impor lainnya yang ditahan di perbatasan Taiwan, termasuk empat dari Vietnam, tiga dari Tiongkok, dua dari Jepang, serta masing-masing satu dari Prancis dan Australia.

(Oleh Jennifer Aurelia)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.