Taoyuan, 8 Apr. (CNA) Kepolisian di Distrik Zhongli, Taoyuan hari Selasa (7/4) mengatakan mereka dalam sepekan ke belakang telah membekuk 18 warga negara asing (WNA) yang melakukan beragam pelanggaran hukum, termasuk melalui operasi pemeriksaan besar-besaran selama libur panjang cengbeng.
Kantor Polisi Zhongli dalam rilis persnya menyebutkan operasi ini dilakukan dengan menyasar tempat-tempat usaha hiburan khusus di wilayah yang rawan berkumpulnya massa, sementara juga disertai dengan sosialisasi antinarkoba, pencegahan penipuan, dan keselamatan lalu lintas.
Dari hasil pendataan Selasa pekan lalu hingga Senin ini, kata kepolisian kepada CNA, ditemukan satu warga Vietnam yang buron, sepuluh pekerja migran hilang kontak (tujuh asal Vietnam, satu Indonesia, dan dua Tailan), serta tujuh WNA yang telah melebihi masa tinggalnya di Taiwan (enam dari Tailan dan satu Vietnam).
Kantor Polisi Zhongli juga menyampaikan pihaknya turut mengungkap berbagai kasus dari beragam kewarganegaraan, termasuk 26 terkait narkoba, 34 penipuan, delapan pencurian, sepuluh pembahayaan keselamatan umum, 55 buronan, serta tiga lainnya, dengan total lebih dari seratus orang yang terlibat.
Kantor Polisi Zhongli, Lin Ting-tai (林鼎泰) menyatakan bahwa penegakan hukum oleh kepolisian dilakukan berdasarkan prinsip administrasi yang sesuai hukum.
Tanpa memandang kewarganegaraan maupun status identitas, setiap tindakan yang mengganggu ketertiban sosial atau melanggar hukum akan ditindak sesuai aturan, kata Lin.
Ia juga mengimbau masyarakat agar saat menghadiri pertemuan atau jamuan, bijak dalam meminum alkohol, serta menjaga perilaku, guna menghindari pelanggaran hukum akibat kehilangan kendali sesaat, serta bersama-sama menjaga lingkungan hidup yang aman dan ramah.
(Oleh Ricky Wu dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja