Taipei, 8 Apr. (CNA) Rosijah, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Banten mengalami gagal ginjal akut dan paru-paru berair, dengan sempat masuk instalasi gawat darurat (IGD) selama 12 hari setelah tak sadarkan diri dan diantar majikannya ke rumah sakit di New Taipei, ungkapnya saat diwawancarai CNA.
Rosijah pertama kalinya datang ke Taiwan sebagai perawat lansia di Distrik Xinzhuang, New Taipei. Ia telah bekerja selama setahun dan baru menyelesaikan potongan cicilan agensi. Tak disangka, memasuki tahun kedua, pada akhir Februari, ia batuk-batuk selama sekitar satu bulan, terangnya.
Ia pun tak menyangka jika sakit yang dikiranya flu biasa itu membuat wajah dan kakinya bengkak, dan tubuhnya melemah hingga tak bisa berjalan. Sang majikan pun membawanya ke Fu Jen Catholic Hospital di Xinzhuang dengan menggunakan kursi roda.
Sampai di rumah sakit, Rosijah mengatakan, ia sempat tak sadarkan diri dan tiba-tiba harus dioperasi untuk mengeluarkan cairan dari dalam paru-parunya, karena jika tidak akan membahayakan hidupnya, tutur Rosijah menirukan pernyataan dokternya.
Setelah dioperasi, Rosijah harus berbaring di IGD selama 12 hari, sebelum tersadar pada 29 Maret dan sempat dirawat di rumah sakit selama satu pekan, kenangnya.
"Pada hari Selasa (7/4) dokter mengatakan bahwa saya harus keluar dari rumah sakit. Saya tidak tahu kenapa, apakah ini soal biaya ataukah saya sudah baikan," ujarnya kepada CNA.
Saat ditanya siapa yang membiayai rumah sakitnya, ia mengatakan sementara ini majikan dan agensi yang bertanggung jawab membiayai.
Rosijah tak bisa mengatakan dengan jelas ia mengidap penyakit apa. Ia hanya mengutarakan dokternya menyebut gagal ginjal akut dan paru-paru kemasukan air, bahkan menyarankannya untuk tidak memiliki anak karena mengalami masalah rahim.
Rosijah masih dirawat di mes agensinya di Xinzhuang. Ketika CNA menanyakan apakah ia ingin dibantu untuk berobat di Taiwan hingga sembuh, ia mengatakan dirinya memilih pulang ke tanah air.
"Saya sudah tidak kuat bekerja, lebih baik saya pulang ke kampung saja, saya mau berobat di sana. Saat ini saya tidak punya biaya, mohon bantuannya," ujar Rosijah.
Sementara itu, Fajar, ketua Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas (GANAS) COMMUNITY dan Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan (SBIPT) di mana CNA mendapatkan informasi mengenai kondisi Rosijah, mengatakan pihaknya berharap agar sang PMI bisa pulih secepatnya.
"Kisah ini mengingatkan kita agar senantiasa menjaga kesehatan, dengarkan tubuh dan jangan abaikan rasa lelah. Jika ingin membantu Rosijah, silakan menghubungi kami," ungkap Fajar.
Fajar mengimbau PMI yang mempunyai masalah seputar ketenagakerjaan atau ingin membantu Rosijah untuk dapat menghubungi GANAS COMMUNITY di nomor 0931068550 atau melalui surel ganascommunity888@gmail.com.
Selesai/JC