Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP18

06/04/2026 17:32(Diperbaharui 06/04/2026 17:32)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Berikut berita pilihan Taiwan berbahasa Indonesia CNA edisi ke-18:

Tiket konser F✦FOREVER di Indonesia habis terjual

Tiket konser grup vokal Taiwan F✦FOREVER, di Indonesia Arena pada 29 dan 30 Mei telah ludes di hari penjualan dibuka pada 4 April.

F✦FOREVER, kelompok sempalan F4 yang populer karena serial "Meteor Garden", akan melangsungkan konser di Indonesia Arena, Jakarta pada 29 dan 30 Mei.

Pertama kali secara resmi diumumkan pada 31 Maret, tanggal konser sempat digeser dari yang tadinya 30 dan 31 Mei, karena skala dan kerumitan teknis produksi panggung serta keterbatasan waktu untuk pembongkaran dan serah-terima lokasi, menurut Color Asia Live selaku promotor.

Tiket konser yang berada di rentang Rp1.250.000 hingga Rp4.500.000 ludes tak lama setelah penjualan dibuka pada pukul 10.00 WIB 4 April.

Promotor pun meminta para penonton bersiap untuk malam yang tak terlupakan bersama Jerry Yan, Van Ness Wu, Vic Chou, dan Ashin.

Salah satu penggemar yang berhasil mengamankan tiket, Wina, mengatakan kepada CNA dirinya sudah siaga di depan gawainya saat penjualan dibuka, dan sempat masuk daftar tunggu.

Menanggapi animo penggemar, promotor telah mengungkapkan keinginan untuk menambah hari konser, tetapi mengindikasikan adanya tantangan dari segi lokasi.

Mereka juga mengingatkan agar publik waspada terhadap potensi penjualan tiket palsu.

Pekerja migran ditangkap pasca rampok dan lukai warga di Hualien

Seorang pekerja migran ditangkap setelah merampok toserba lalu menerobos ke sebuah rumah dan menyerang pemiliknya dengan pisau di Hualien pada 5 April, menyebabkan tiga warga dan empat petugas terluka.

Pada 5 April, seorang pekerja migran asal Tailan diduga merampas dua sosis dari toserba di Desa Xincheng, Kabupaten Hualien dengan membawa pisau, lalu berjalan kaki menyusuri jalan.

Lebih dari sepuluh polisi terjun menghadapi pelaku, yang berada dalam kondisi emosi tidak stabil, mengayunkan pisau buah, dan terus menolak ditangkap, lalu melarikan diri.

Dia sempat memecahkan pintu kaca sebuah rumah warga dan menerobos masuk, kemudian menyerang anggota keluarga pemilik rumah dan bersembunyi di gudang di lantai empat.

Polisi berhasil mengepung dan menangkapnya, kemudian menyerahkannya ke kejaksaan. Secara total, tiga warga, empat polisi, dan sang pelaku sendiri terluka.

PMI serang mobil polisi di Kaohsiung diduga karena rindu keluarga

Seorang pekerja migran Indonesia pada 3 April menghadang dan menyerang kendaraan kepolisian yang sedang berpatroli di Kaohsiung, diduga karena emosi sebab rindu keluarganya di tanah air.

Seorang pria pada 3 April dini hari tiba-tiba menghadang kendaraan patroli kepolisian yang sedang melintas di sebuah persimpangan di Kaohsiung.

Dia menyerang mobil polisi, terus melawan saat diperiksa, kemudian melarikan diri. Dibantu warga, polisi berhasil menangkapnya.

Kepala Stasiun Polisi Caoya, Yen Ching-yi mengatakan kepada CNA bahwa pria itu adalah anak buah kapal migran Indonesia yang pertama kali datang ke Taiwan pada 2018, dan sempat kembali ke tanah air lalu datang lagi.

Sementara tidak terdeteksi mengonsumsi alkohol, dia mengaku emosi karena sangat ingin pulang untuk menemui keluarganya.

Setelah pemeriksaan, kasus ini diserahkan ke kejaksaan atas dugaan menghalangi tugas pegawai publik dan perusakan properti publik.

Polisi dan militer tangkap 3 PMI hilang kontak yang kabur di Taoyuan

Tiga pekerja migran Indonesia hilang kontak yang melarikan diri dalam pemeriksaan di Taoyuan pada 1 April ditangkap polisi dengan dibantu personel militer yang sedang berada di lokasi.

Di Distrik Guishan, Taoyuan pada 1 April, polisi yang berpatroli menemukan kendaraan dan penumpangnya yang dinilai mencurigakan. Saat hendak diperiksa, mereka melarikan diri.

Polisi pun mengejar mereka, sementara personel Angkatan Darat yang berada di sekitar lokasi turut mendengar kejadian dan ikut membantu.

Ketiga orang yang melarikan diri kemudian ditangkap dan terungkap sebagai pekerja migran Indonesia hilang kontak, kemudian diserahkan ke otoritas imigrasi.

Sehari setelah penangkapan, kepolisian memberikan penghargaan ke personel militer yang turut membantu.

LSM serukan ditutupnya Chiang Kai-shek Memorial Hall

Sejumlah kelompok masyarakat sipil pada 6 April menuntut penutupan Chiang Kai-shek Memorial Hall agar Taiwan "benar-benar meninggalkan otoritarianisme".

Sebuah aksi digelar di Chiang Kai-shek Memorial Hall pada 6 April, menuntut agar balai peringatan yang dibangun untuk mengenang mantan Presiden Chiang Kai-shek itu ditutup,  dengan menyebut "Taiwan tidak membutuhkan Balai Peringatan Diktator."

Michelle Wang, salah satu koordinator aksi, mengatakan Taiwan telah memasuki era demokrasi selama lebih dari 30 tahun, tetapi masih membiarkan Chiang selaku pelaku masa Teror Putih dan diktator di Taiwan menduduki lokasi inti ibu kota, serta menyedot sumber daya negara.

Ia mempertanyakan nilai dan keyakinan apa yang ingin disampaikan Taiwan ke para wisatawan internasional.

Lan Yun-jo, salah satu anggota keluarga korban, mengatakan mereka yang memandang bangunan megah tersebut dapat "keliru" mengira bahwa di bawah kepemimpinan Chiang, Taiwan menjadi negara demokratis dan bebas sebagaimana dikenal saat ini.

Wang pun menuntut ditutupnya bangunan utama dan dibongkarnya patung perunggu Chiang.

(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.