Taipei, 5 Apr. (CNA) Seorang pekerja migran ditangkap setelah merampok toserba lalu menerobos ke sebuah rumah dan menyerang pemiliknya dengan pisau di Kabupaten Hualien pada Minggu (5/4), menyebabkan tiga warga dan empat petugas terluka, kata kepolisian.
Kantor Polisi Xincheng mengatakan mereka menerima laporan dari sebuah toko serba ada di Dusun Kangle, Desa Xincheng yang menyebutkan seorang pekerja migran asal Tailan melakukan perampokan dengan membawa pisau pada sekitar pukul pukul 05.00.
Menurut penyidikan kepolisian, pekerja migran tersebut merampas dua sosis dari toko, lalu berjalan kaki menyusuri Jalan Jingshe menuju arah Dusun Beipu. Ia juga sempat mengancam seorang wanita yang lewat, tetapi berhasil melarikan diri tepat waktu.
Kepolisian mengatakan mereka segera mengerahkan lebih dari sepuluh personel untuk mencegat dan mengepung pekerja migran tersebut.
Ia dalam kondisi emosi tidak stabil, mengayunkan pisau buah dan menolak ditangkap, dan melarikan diri sejauh sekitar 2,7 kilometer di jalanan, di mana ia sempat memecahkan pintu kaca sebuah rumah warga dan menerobos masuk, kata kepolisian.
Pemilik rumah yang terdiri dari tiga orang anggota keluarga turun untuk memeriksa, kemudian diserang dengan pisau, di mana sang istri mengalami lecet di tangan kanan, dan anak perempuan terluka di kaki akibat pecahan kaca saat melarikan diri. Pelaku kemudian bersembunyi di sebuah gudang kecil di lantai empat.
Polisi menggunakan pistol kejut listrik, semprotan merica, dan perisai pertahanan untuk naik ke lantai atas dan melakukan pengepungan, sementara pelaku terus menolak ditangkap dengan membawa pisau, tetapi akhirnya berhasil dilumpuhkan, kata pihak berwenang.
Dalam kejadian itu, empat polisi, termasuk seorang wakil kepala stasiun polisi bermarga Lee (李), terluka, sementara pekerja migran yang ditangkap mengalami banyak luka sayatan kaca di sekujur tubuhnya, kata pihak berwenang.
Kantor Polisi Xincheng mengatakan kasus ini akan diproses atas dugaan percobaan pembunuhan, membahayakan keselamatan publik, penganiayaan, dan perusakan, seraya menambahkan bahwa pelaku telah diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Hualien untuk penyidikan lebih lanjut.
(Oleh Chang Chi dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF