Berikut berita pilihan Taiwan berbahasa Indonesia CNA edisi ke-16:
PMI diduga dilecehkan pria tak dikenal di Miaoli
Di wilayah populer Baishatun di Miaoli, seorang pria yang tampak seperti wisatawan tiba-tiba memasuki rumah pribadi pada 26 Maret, ucap pemiliknya. Ia terlihat menghampiri seorang PMI perempuan di halaman, masuk ke ruang altar tanpa izin, hingga mengambil minuman di sana.
Perawat migran tersebut mengatakan ia saat itu sedang jongkok untuk mengganti pot bunga di halaman, dan menjawab pertanyaan pelaku dengan ramah. Tak disangka, pria itu tiba-tiba menyentuh pipinya, yang membuatnya kaget. Pihak majikan mengatakan masuk tanpa izin sudah tidak pantas, apalagi jika sampai terjadi dugaan pelecehan, sehingga ia membagikan rekaman ini untuk mengingatkan warga agar lebih waspada, serta mengimbau pengunjung menghormati warga setempat.
Sejumlah LSM Taiwan gelar aksi solidaritas dukung Andrie Yunus
Belasan perwakilan organisasi buruh, sipil, dan mahasiswa di Taiwan menggelar aksi di depan KDEI Taipei pada 27 Maret. Mereka menuntut Pemerintah RI melakukan penyelidikan aktif atas penyerangan dengan zat kimia asam kuat terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, serta menjamin keselamatan para pekerja HAM di Indonesia.
Direktur Eksekutif Asia Citizen Future Association, Leah Lin menggarisbawahi bahwa penyerangan ini terjadi ketika Indonesia menjabat sebagai Presiden Dewan HAM PBB.
Wulin, anggota kelompok PMI GANAS COMMUNITY, meminta agar negara tidak abai, mengungkap kebenaran, menindak pelaku hingga ke akar, dan memastikan perlindungan bagi setiap warga negara.
Perwakilan KDEI menerima surat yang diajukan peserta aksi, seraya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan dan menyatakan akan meneruskan aspirasi mereka ke otoritas pusat di Jakarta.
PCINU Taiwan gelar istigasah dan halalbihalal pasca-Idulfitri
Sekitar 70 diaspora Indonesia memadati Sekretariat PCINU Taiwan di Taipei pada 29 Maret, berpartisipasi dalam istigasah hingga halalbihalal yang dimeriahkan berbagai hidangan, mulai dari rawon hingga durian.
Ketua PCINU Muhammad Ghofur mengucapkan apresiasi kepada sponsor dan pendukung pelaksanaan salat Idulfitri pada 22 Maret, serta mengucapkan terima kasih kepada para jemaah.
Ghofur juga menyatakan harapan agar umat Muslim Indonesia di Taiwan menjaga kekompakan, ketertiban, dan kesehatan, serta meningkatkan ibadahnya. Kepala Bagian Administrasi KDEI Taipei, Wawan Kurniawan berpesan agar warga Indonesia di Taiwan dapat terus menjaga persatuan. Ia juga mengungkapkan bahwa otoritas Taiwan kagum dan kaget atas animo umat Muslim Indonesia yang melaksanakan salat Idulfitri.
Pemkot Taichung gelar perayaan Idulfitri
Warga Muslim dan masyarakat umum di Taichung mendatangi perayaan Idulfitri yang digelar Pemerintah Kota Taichung pada 29 Maret.
Wakil Sekjen Taichung, Lin Yu-hung, menyampaikan bahwa pemkot akan terus menciptakan lingkungan yang ramah agar warga Muslim di sana dapat hidup dengan tenang serta berbaur dengan nyaman.
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo mengapresiasi upaya Taichung dalam membangun kota yang ramah Muslim, serta berharap fasilitas ibadah dapat terus ditingkatkan. Ia pun menyampaikan harapan agar semua pihak merayakan Idulfitri dengan kebahagiaan dan agar dunia senantiasa damai.
Kepala Biro Urusan Sipil Wu Shih-wei mengatakan Taichung telah aktif membangun lingkungan yang ramah Muslim, termasuk dengan menghadirkan ruang salat di berbagai tempat umum dan membantu sektor perhotelan dan fasilitas medis memperoleh sertifikasi ramah Muslim.
SPMT ramaikan halalbihalal Idulfitri di Taoyuan
Lebih dari 130 orang menghadiri halalbihalal Idulfitri yang digelar Pusat Layanan Migran Kota Taoyuan, SPMT, dan tempat penampungan Serve the People Association pada 22 Maret.
Acara diisi doa, bersalam-salaman, menyantap hidangan khas Lebaran, hingga bernyanyi bersama.
SPMT menyampaikan bahwa mereka terharu melihat banyaknya migran mancanegara yang hadir.
Serikat juga menyatakan harapannya agar kebersamaan yang dirajut dalam kegiatan ini bisa menjadi obat rindu akan kampung halaman hingga menjadi pemantik soliditas pergerakan.
Pusat Layanan Buruh Migran Kota Taoyuan menyebut acara dipenuhi tawa dan momen yang menyentuh hati, serta membuat para hadirin lebih mengenal satu sama lain dan merasakan kehangatan seperti di rumah sendiri.