Taipei, 27 Mar. (CNA) Produsen cip memori asal Amerika Serikat, Micron Technology Inc., akan memperluas jumlah tenaga kerjanya di Taiwan menjadi 15.000 orang pada akhir tahun 2026, kata seorang eksekutif perusahaan pada Kamis (26/3) saat peresmian pabrik barunya di Kabupaten Miaoli.
Donghui Lu (盧東暉), ketua Micron Technology Taiwan, mengatakan sekitar 1.000 posisi baru akan berbasis di fasilitas yang baru diakuisisi di Desa Tongluo.
Ia menambahkan bahwa Micron telah menginvestasikan total NT$1,4 triliun (Rp743,9 triliun) di Taiwan hingga Januari 2026.
Lu mengatakan perusahaan akan terus memperkuat kemampuan manufaktur dan pengemasan dynamic random-access memory (DRAM) canggih di Taiwan, dengan high-bandwidth memory (HBM) tetap menjadi fokus utama.
Lu mencatat bahwa menghadirkan kapasitas produksi baru memerlukan kolaborasi erat di seluruh ekosistem yang lebih luas, termasuk pemasok peralatan, penyedia material, dan perusahaan konstruksi.
Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰), yang menghadiri upacara tersebut, mengatakan Taiwan adalah basis manufaktur terbesar Micron secara global.
Ia mengatakan bahwa pemerintah telah berinvestasi secara signifikan dalam teknologi memori berdaya tinggi dan HBM milik Micron pada tahun 2025, mendukung kemitraannya dengan industri lokal.
Selain manufaktur perangkat keras dan desain perangkat lunak, Cho mengatakan Taiwan bertujuan memperkuat kemampuan di bidang peralatan dan material untuk membangun rantai pasok yang lebih lengkap.
Ia juga berjanji untuk meningkatkan lingkungan investasi dengan mempercepat transisi energi, memperluas energi terbarukan, meningkatkan efisiensi dan penyimpanan energi, serta memperkuat jaringan listrik untuk memastikan pasokan yang stabil.
Menanggapi kekhawatiran pasokan air, Cho mengatakan ia berharap proyek "Pearl String", sebuah rencana untuk menghubungkan sistem air di seluruh Taiwan barat, akan membantu meningkatkan ketahanan air regional.