Taipei, 27 Mar. (CNA) Mantan wali kota Taipei dan mantan pemimpin Partai Rakyat Taiwan (TPP) Ko Wen-je (柯文哲) mengatakan pada Kamis (26/3) bahwa ia "tidak akan menyerah," pada hari yang sama Pengadilan Distrik Taipei menjatuhkan hukuman 17 tahun penjara kepadanya atas tuduhan korupsi dan pelanggaran lainnya.
"Lai Ching-te! (賴清德) Saya sama sekali tidak akan menyerah, dan saya tidak akan tunduk," kata Ko dalam konferensi pers setelah putusan, mengisyaratkan bahwa vonis tersebut bermotif politik dengan menyebut nama presiden Taiwan.
"Saya tidak mencari keuntungan yang tidak semestinya, juga tidak melakukan korupsi," katanya.
Ko akan mendiskusikan kemungkinan banding atas putusan tersebut, menurut pengacaranya.
Ko mengatakan kasus ini "tidak mengejar kebenaran faktual" dan melibatkan "terlalu banyak campur tangan politik," menggambarkannya sebagai "sebuah skenario politik yang sudah ditulis sebelumnya."
Ia mengatakan keadilan prosedural telah dirusak, menyatakan bahwa "aturan pembuktian diabaikan" dan kesaksian "diterima secara selektif," katanya.
Ko mengatakan bahwa lembaga peradilan seharusnya dipercaya sebagai "garis pertahanan terakhir" negara dan tidak boleh digunakan sebagai "alat politik" atau sebagai "alat bagi mereka yang berkuasa untuk menekan partai oposisi."
Pengadilan Distrik Taipei menyatakan Ketua Grup Core Pacific Sheen Ching-jing (沈慶京), bersalah atas penyuapan dan Ko menerima suap sebesar NT$2,1 juta (Rp1,113 miliar) melalui perantara Sheen, menurut hakim ketua Chiang Chun-yen (江俊彥).
Menurut siaran pers pengadilan, Sheen, dengan maksud menyuap pejabat agar melanggar tugasnya, memerintahkan tujuh karyawan Grup Core Pacific untuk menarik dana perusahaan dan masing-masing mentransfer NT$300.000 ke rekening donasi politik TPP yang dikendalikan oleh Ko antara 24 Maret dan 26 Maret 2020.
Pertukaran pesan teks antara mantan Presiden Dingyue Development Corp. Chu Yea-hu (朱亞虎), salah satu dari tujuh orang yang ditunjuk oleh Sheen, dan Lee Wen-tsung (李文宗), saat itu direktur kantor wali kota Ko, menunjukkan bahwa Ko mengetahui dan menerima NT$2,1 juta, menurut siaran pers tersebut.
Ko menerima dana tersebut dengan sengaja dan memfasilitasi peninjauan proyek, yang kemudian menjadi subjek litigasi administratif, sehingga melanggar tugas resminya, demikian disebutkan.
Ko mengatakan pengadilan menggunakan donasi NT$2,1 juta dari Grup Core Pacific untuk memvonisnya atas korupsi.
"Saya sama sekali tidak tahu tentang donasi politik ini," katanya.
Ko menggambarkan kasus ini sebagai "rekayasa" dari awal hingga akhir.
"Kalian telah mengerahkan seluruh kekuatan negara untuk menyelidiki selama lebih dari satu tahun, dan tetap tidak menemukan aliran dana ilegal," katanya.
Mantan pemimpin TPP itu mengatakan kasus ini telah melemahkan sistem peradilan Taiwan dan mengurangi kepercayaan publik.
Dalam konferensi pers yang sama, Ketua TPP saat ini Huang Kuo-chang (黃國昌) mengatakan ia "tidak dapat mempercayai" putusan tersebut dan menyebutnya sebagai "putusan politik."
Huang mengatakan partai tidak akan mundur sebagai respons atas putusan tersebut dan akan tetap bersatu mendukung Ko.
Ia mengatakan TPP akan mengeluarkan perintah mobilisasi nasional dan mengajak para pendukung untuk berkumpul di Jalan Ketagalan, tempat Kantor Kepresidenan Taiwan berada, pada Minggu sore.
Diwarnai kericuhan
Sementara itu, kericuhan terjadi pada hari yang sama di luar Pengadilan Distrik Taipei setelah mantan Wali Kota Taipei, Ko Wen-je (柯文哲), dijatuhi hukuman 17 tahun penjara dalam kasus korupsi profil tinggi, sebuah putusan yang dapat melarangnya mengikuti pemilihan presiden 2028.
Lebih dari 100 anggota Partai Rakyat Taiwan (TPP) dan pendukung muda yang dikenal sebagai "Little Grass" berkumpul di luar pengadilan, di mana ketegangan meningkat dengan para penentang dan aktivis pro-kemerdekaan.
Meskipun ada kehadiran polisi yang cukup banyak, sekitar 80 petugas, beberapa perkelahian singkat tetap terjadi, dengan pukulan dilayangkan setelah orang-orang yang lewat mengejek yel-yel pro-Ko.
Setelah putusan, konfrontasi lain hampir terjadi ketika seorang pejalan kaki meneriakkan tuduhan kepada TPP. Beberapa pendukung langsung maju, namun berhasil ditahan oleh anggota Dewan Kota Taipei dari TPP, Chen You-cheng (陳宥丞), dan polisi, sehingga mencegah eskalasi lebih lanjut.
Aktivis pro-kemerdekaan juga muncul di lokasi, menyalakan petasan dan menyuarakan kritik terhadap Ko, menambah suasana yang semakin memanas.
Secara terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Baru, You Chih-pin (游智彬), melemparkan balon air ke sebuah pajangan yang mendukung "keadilan yudisial" sebelum akhirnya diamankan oleh polisi.
Kerusuhan ini terjadi saat pengadilan menjatuhi hukuman 13 tahun penjara kepada Ko dan enam tahun pencabutan hak sipil karena menerima suap, ditambah hukuman tambahan atas penyalahgunaan sumbangan politik dan pelanggaran kepercayaan, sehingga total menjadi 17 tahun. Putusan ini dapat diajukan banding.
Putusan tersebut langsung memicu reaksi politik. Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa mendesak Ko untuk "menghormati peradilan dan menghadapi hasilnya dengan berani," sementara oposisi utama Kuomintang (KMT) menyatakan "penyesalan mendalam," memperingatkan bahwa hukuman berat ini dapat memperkuat persepsi bahwa peradilan adalah "alat politik."
(Oleh James Thompson, Chen Chun-hua, Huang Li-yun, Yeh Su-ping, Liu Kuan-ting, Evelyn Kao, dan Muhammad Irfan)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/ja