Taipei, 25 Mar. (CNA) National Palace Museum (NPM) Taiwan hari Senin (23/3) membuka pameran khusus yang mengeksplorasi makhluk-makhluk fantastis yang tersembunyi dalam koleksinya, bersama dengan objek-objek lain yang menggambarkan peran makhluk mitos dalam budaya rakyat.
Pada upacara pembukaan "Kembalinya Makhluk Mitos dalam Artefak", Direktur NPM Hsiao Tsung-huang (蕭宗煌) mengatakan manusia telah lama memiliki rasa kagum terhadap semesta dan alam yang tidak diketahui.
Hsiao mengatakan makhluk mitos muncul dari berbagai interpretasi dan imajinasi tentang hewan, yang melalui cerita yang diwariskan secara lisan, penggambaran totemik, transformasi morfologis, dan pengaruh kepercayaan agama, secara bertahap berkembang menjadi berbagai bentuk, masing-masing membawa makna khusus.
Berbeda dengan makhluk mitos Barat, yang sering mewakili kebaikan dan kejahatan, makhluk mitos di Asia Timur sebagian besar dipandang bersifat baik, melambangkan perlindungan dan berkah, jelasnya.
Menurut NPM, pameran ini menampilkan artefak pilihan bertema makhluk mitos, termasuk "Qilin", makhluk keberuntungan dalam mitologi Tionghoa yang melambangkan perdamaian dan dikatakan akan muncul ketika seorang bijak hadir di dunia.
Juga dipamerkan adalah patung kayu tandu Mazu, yang dipinjam dari Kuil Beigang Chaotian di Kabupaten Yunlin. Diselesaikan pada 1912, karya berusia seabad ini menampilkan empat naga di pintu masuk dan di sepanjang pilar-pilarnya, melambangkan penaklukan semua makhluk laut kepada Mazu dan doa untuk laut yang tenang.
Sementara itu, patung "Dewa Harimau", yang dipinjam dari National Museum of Taiwan History, menampilkan desain yang sederhana dan menawan. Dalam kepercayaan rakyat, dewa harimau sering ditempatkan di bawah altar, berfungsi sebagai tunggangan dewa atau membantu menyampaikan pesan dan membawa benda.
Lin Heng-yi (林恒毅), direktur kuil, mengatakan Chaotian Temple Museum telah melestarikan hampir 20.000 artefak yang berkaitan dengan pemujaan dewi laut Mazu selama 300 tahun terakhir.
Tiga benda dari koleksi kuil ditampilkan dalam pameran ini, kata Lin, seraya menambahkan bahwa meskipun relatif baru, benda-benda tersebut menunjukkan keahlian yang luar biasa, sulit untuk dilestarikan, dan dianggap sangat berharga, mencerminkan upaya jangka panjang kuil dalam pelestarian dan promosi budaya.
Pameran NPM ini diadakan di Balai Pameran 1 cabang utara museum hingga 30 Agustus.
Selesai/JC