NPM buka pameran yang tampilkan artefak makhluk mitologi

25/03/2026 10:41(Diperbaharui 25/03/2026 10:41)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Karya seni berbentuk makhluk mitologi bertanduk dipamerkan di National Palace Museum pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 24 Maret 2026)
Karya seni berbentuk makhluk mitologi bertanduk dipamerkan di National Palace Museum pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 24 Maret 2026)

Taipei, 25 Mar. (CNA) National Palace Museum (NPM) Taiwan hari Senin (23/3) membuka pameran khusus yang mengeksplorasi makhluk-makhluk fantastis yang tersembunyi dalam koleksinya, bersama dengan objek-objek lain yang menggambarkan peran makhluk mitos dalam budaya rakyat.

Pada upacara pembukaan "Kembalinya Makhluk Mitos dalam Artefak", Direktur NPM Hsiao Tsung-huang (蕭宗煌) mengatakan manusia telah lama memiliki rasa kagum terhadap semesta dan alam yang tidak diketahui.

Hsiao mengatakan makhluk mitos muncul dari berbagai interpretasi dan imajinasi tentang hewan, yang melalui cerita yang diwariskan secara lisan, penggambaran totemik, transformasi morfologis, dan pengaruh kepercayaan agama, secara bertahap berkembang menjadi berbagai bentuk, masing-masing membawa makna khusus.

Para pengunjung melihat-lihat lukisan Dinasti Qing yang menggambarkan "Suanni" -- makhluk mitologi yang menyerupai singa -- di National Palace Museum pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 24 Maret 2026)
Para pengunjung melihat-lihat lukisan Dinasti Qing yang menggambarkan "Suanni" -- makhluk mitologi yang menyerupai singa -- di National Palace Museum pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 24 Maret 2026)

Berbeda dengan makhluk mitos Barat, yang sering mewakili kebaikan dan kejahatan, makhluk mitos di Asia Timur sebagian besar dipandang bersifat baik, melambangkan perlindungan dan berkah, jelasnya.

Menurut NPM, pameran ini menampilkan artefak pilihan bertema makhluk mitos, termasuk "Qilin", makhluk keberuntungan dalam mitologi Tionghoa yang melambangkan perdamaian dan dikatakan akan muncul ketika seorang bijak hadir di dunia.

Juga dipamerkan adalah patung kayu tandu Mazu, yang dipinjam dari Kuil Beigang Chaotian di Kabupaten Yunlin. Diselesaikan pada 1912, karya berusia seabad ini menampilkan empat naga di pintu masuk dan di sepanjang pilar-pilarnya, melambangkan penaklukan semua makhluk laut kepada Mazu dan doa untuk laut yang tenang.

Sementara itu, patung "Dewa Harimau", yang dipinjam dari National Museum of Taiwan History, menampilkan desain yang sederhana dan menawan. Dalam kepercayaan rakyat, dewa harimau sering ditempatkan di bawah altar, berfungsi sebagai tunggangan dewa atau membantu menyampaikan pesan dan membawa benda.

Patung-patung kayu dari tandu Mazu dipajang di National Palace Museum pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 24 Maret 2026)
Patung-patung kayu dari tandu Mazu dipajang di National Palace Museum pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 24 Maret 2026)

Lin Heng-yi (林恒毅), direktur kuil, mengatakan Chaotian Temple Museum telah melestarikan hampir 20.000 artefak yang berkaitan dengan pemujaan dewi laut Mazu selama 300 tahun terakhir.

Tiga benda dari koleksi kuil ditampilkan dalam pameran ini, kata Lin, seraya menambahkan bahwa meskipun relatif baru, benda-benda tersebut menunjukkan keahlian yang luar biasa, sulit untuk dilestarikan, dan dianggap sangat berharga, mencerminkan upaya jangka panjang kuil dalam pelestarian dan promosi budaya.

Pameran NPM ini diadakan di Balai Pameran 1 cabang utara museum hingga 30 Agustus.

(Oleh Wang Pao-erh, Ko Lin, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.