Taipei, 27 Mar. (CNA) Taiwan menjadi eksportir terbesar ke-12 di dunia pada tahun 2025, peringkat tertingginya dalam 32 tahun terakhir dan naik empat peringkat dari tahun 2024, berkat permintaan yang kuat dan berkelanjutan untuk produk-produk terkait kecerdasan buatan, menurut Kementerian Keuangan (MOF).
Ekspor Taiwan mencapai rekor baru sebesar US$640 miliar (Rp10,8 kuadriliun) pada tahun 2025, naik 34,8 persen dari tahun sebelumnya dan menempatkannya di peringkat ke-12 di antara semua eksportir, pencapaian terbaik Taiwan sejak tahun 1993 ketika ekspornya menempati peringkat ke-11 secara global, menurut data MOF.
Lembaga tersebut mengatakan keunggulan Taiwan dalam bidang semikonduktor serta pengembangan informasi dan komunikasi telah membantunya memanfaatkan peluang komersial terkait ledakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengamankan pangsa ekspor yang lebih tinggi.
Didukung oleh permintaan AI yang kuat, ekspor global naik 7,2 persen secara tahunan menjadi US$26,3 triliun pada tahun 2025, kata MOF, mengutip statistik dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Tiongkok menjadi eksportir terbesar di dunia pada tahun 2025 dengan penjualan keluar sebesar US$3,77 triliun, menyumbang 14,4 persen dari total global, di depan Amerika Serikat (US$2,19 triliun, 8,3 persen) dan Jerman (US$1,76 triliun, 6,7 persen).
Ekspor Hong Kong mencapai total US$753,6 miliar pada tahun 2025, mewakili 2,9 persen dari total global dan menempati peringkat kelima, sementara Korea Selatan memiliki ekspor senilai US$709,3 miliar, menyumbang 2,7 persen dari total dunia dan menempati peringkat kedelapan.
Pada tahun 2025, Taiwan menyumbang 2,4 persen dari ekspor global, naik 0,5 poin persentase dari tahun sebelumnya, kata MOF.