Taipei, 23 Mar. (CNA) Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) mengunjungi stan budaya Indonesia di Daan Forest Park pada Minggu (23/2), di mana ia turut mencoba pakaian adat Dayak dan berfoto bersama Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Arif Sulistiyo serta jajaran pemerintah kota.
Tatag Yufitra Rus, presiden IDN Taiwan, organisasi yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Taipei untuk menggelar promosi budaya Indonesia ini, mengatakan ia dan anggota lainnya sangat mengapresiasi kedatangan Chiang ke stan mereka.
"Sebelumnya pada hari Sabtu, kami diinformasikan oleh protokoler dari Pemkot Taipei bahwa Wali Kota Taipei akan datang mengunjungi stan kami," ujar Tatag dalam wawancara bersama CNA.
Selain mengenakan rompi adat Dayak dengan dibantu penasihat IDN global Kartika Dewi, Chiang juga bertanya-tanya mengenai baju batik serta pakaian tradisional Indonesia lainnya, menurut Tatag.
Dalam zona budaya Indonesia bertajuk Menyusuri Kota, Angin Selatan yang digelar berbarengan dengan acara Eid Al Fitr in Taipei, IDN menghadirkan tiga stan, berdampingan dengan sejumlah stan lainnya yang diisi penyajian jamu hingga pengalaman bermain angklung untuk pengunjung.
Di stan pertamanya, IDN menampilkan kekhasan Sumatra dengan menyajikan kopi mandailing dan Aceh. Di yang kedua, ada promosi budaya Kalimantan dengan menyajikan pernak-pernik khas manik-manik suku Dayak dan kerajinan rotan, yang dipadukan pengalaman swakriya. Di stan ketiga, ada baju adat Indonesia.
Tatag mengatakan memerlukan satu bulan untuk mempersiapkan barang-parang pajangan yang ditampilkan pada acara Minggu.
"Kebetulan beberapa anggota IDN Taiwan pada libur Imlek kembali ke Indonesia, jadi masing-masing membeli keperluan untuk pameran seperti kopi, baju-baju adat dan pernak-pernik lainnya," ujar Tatag.
Saat ditanya di antara tiga stan mana yang paling laris dikunjungi, Tatag mengatakan sulit untuk menilainya karena kepadatan pengunjung. Pada stan kopi Sumatra, Tatag mengatakan ada sekitar 800 gelas yang habis disajikan, bahkan masih ada permintaan lagi yang jumlahnya hampir dua kali lipat.
"Kami kehabisan kopi pada pukul 2 siang dan permintaan masih banyak, bahkan dua kali lipat," ujarnya.
Pada stan baju adat Indonesia, pengunjung wanita dapat mencoba kebaya, sementara yang pria dapat menjajal batik. Di sana, absensi mencatat sekitar 1.500 orang pengunjung dari pukul 10.00 hingga 17.00.
Tatag mengatakan ucapan terima kasihnya pada Pemerintah Kota Taipei untuk diberi kepercayaan mempromosikan budaya Indonesia di kesempatan ini.
Ia pun menyatakan harapannya agar IDN Taiwan bisa terus berkolaborasi bersama di berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Taipei.
"Kami juga sangat senang karena 99 persen yang datang di stan kami adalah orang lokal Taiwan. Ini sangat bagus untuk promosi Indonesia," sambung Tatag.
Baca juga: Gelar festival Idulfitri, Wali Kota Taipei tegaskan kotanya inklusif
Chiang, dalam sambutan di acara Eid Al Fitr in Taipei yang disebutnya telah ia hadiri untuk yang keempat kalinya sejak digagas Pemerintah Kota Taipei pada 2018, menegaskan Taipei adalah kota yang beragam, menawarkan keragaman dan keramahan.
Selesai/JC