Mantan guru seni dituntut karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 4 siswa

13/05/2026 18:17(Diperbaharui 13/05/2026 18:17)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kantor Kejaksaan Distrik Shilin. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kantor Kejaksaan Distrik Shilin. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 13 Mei (CNA) Seorang mantan guru di National Taiwan College of Performing Arts dituntut hari Selasa (12/5) atas dugaan pelecehan seksual terhadap empat siswa, kata kejaksaan, seraya menambahkan bahwa insiden tersebut menyebabkan trauma psikologis yang berkepanjangan pada para korban.

Menurut tuntutan, Lee Tung-chun (李菄峻) memanfaatkan otoritasnya atas kesempatan tampil siswa dalam perjalanan di luar kampus, dengan mengetahui bahwa mereka akan takut untuk melawan.

Selama berbagai perjalanan tersebut, Lee mengundang keempat siswa itu untuk menginap di tempat tinggal sewaannya, di mana ia diduga melakukan pelecehan seksual dan tindakan tidak senonoh lainnya terhadap mereka, menurut tuntutan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang kapan pelanggaran itu terjadi.

Beberapa korban masih di bawah umur saat kejadian.

Pada Selasa, Kantor Kejaksaan Distrik Shilin mengatakan telah menyelesaikan penyelidikannya dan menuntut Lee berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kejaksaan mendesak pengadilan untuk mempertimbangkan bahwa Lee, sebagai seorang guru, bertanggung jawab untuk merawat dan melindungi siswa, namun justru bertindak demi memuaskan keinginannya sendiri, sehingga menyebabkan trauma psikologis yang berkepanjangan dan merugikan perkembangan.

Perilakunya berdampak negatif pada masyarakat dan sangat tercela, kata kejaksaan, seraya meminta pengadilan untuk mempertimbangkan hal tersebut saat meninjau kasus ini.

(Oleh Hsiao Po-wen, Ko Lin dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.