Taipei, 22 Mar. (CNA) Wali Kota Chiang Wang-an (蔣萬安) menegaskan Taipei adalah kota yang beragam, menawarkan keragaman dan keramahan, disampaikan dalam acara Eid Al Fitr in Taipei di Daan Forest Park, Minggu (22/3).
Dalam pemaparannya, Chiang menyebut ini adalah kali keempat dirinya memberikan sambutan di perayaan Idulfitri yang digagas Pemerintah Kota Taipei sejak 2018 itu. Menurutnya, dari tahun ke tahun, acara Eid Al Fitr in Taipei menunjukkan peningkatan yang baik dan signifikan.
"Tahun lalu saja menarik minat 30 ribu partisipan dan mendapat pengakuan internasional," kata Chiang.
Seperti acara sebelumnya, kata Chiang, perhelatan tahun ini juga menampilkan sejumlah penampilan dan pertukaran budaya dari sejumlah negara mayoritas Muslim. Selain itu, juga mengkampanyekan pasar makanan halal di Taipei dan juga pariwisata ramah Muslim yang ada di ibu kota Taiwan ini.
Chiang pun mengucapkan selamat hari Raya Idulfitri bagi umat Muslim di Taipei dan menutup sambutannya dengan ungkapan cinta dalam bahasa Indonesia.
"Aku cinta kamu," kata Chiang, yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton yang menurut pengamatan CNA kebanyakan adalah orang Indonesia.
Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Arif Sulistiyo menyebut penerimaan Taipei pada komunitas Muslim terutama dari Nusantara makin baik dari tahun ke tahun.
Kepada CNA, Arif menuturkan salat Idulfitri di National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall hari Sabtu saja dihadiri paling tidak 30 ribu umat Muslim yang ada di Taiwan.
Lebih dari itu, secara keseluruhan, umat Muslim Indonesia di pulau ini menggelar setidaknya ibadah salat Idulfitri di 40 titik, tambahnya.
"Dan kalau lihat keramahtamahan Taiwan kepada komunitas Muslim makin meningkat. Misalnya lewat fasilitas tempat ibadah di ruang-ruang publik dan juga di wisata. Jadi harapannya ke depan Taiwan terus meningkatkan keramahtamahannya pada komunitas Muslim," kata Arif.
Dalam kesempatan ini, Arif juga menyampaikan selamat merayakan Idulfitri pada umat Islam yang ada di Taiwan terutama dari Indonesia. "Atas nama KDEI Taipei saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin," kata Arif.
Sementara itu, puluhan ribu orang memadati acara yang digelar mulai pukul 11.00 di Daan Forest Park ini. Sejumlah gerai ditampilkan dan berisi berbagai sajian, mulai dari pertukaran budaya, informasi terkait keislaman, informasi ketenagakerjaan, hingga makanan dan busana dari berbagai negara, mulai dari Mesir, Bangladesh, Turki, dan lain sebagainya.
Selain itu, juga ada beberapa gerai interaktif yang berisi lokakarya dari Indonesia dan sejumlah negara lain, yang memberikan pengalaman pada pengunjung.
Di panggung, sejumlah penampilan menghibur para penonton. Di antaranya, grup musik Gema Angklung dan juga sejumlah penampilan tari dengan gaya khas Timur Tengah.
Penyanyi keturunan Indonesia-Taiwan Kelly Cheng (鄭沐晴) menjadi salah satu penampil yang mendapat antusiasme tinggi dari penonton. Kepada CNA, Cheng menyebut dirinya merasa sangat terkesan.
Setelah juga memeriahkan pagelaran sebelumnya, acara tahun ini ia sebut lebih meriah, dan ia bahagia berkesempatan membawakan lagu barunya hingga kover dari penyanyi Taiwan Eric Chou (周興哲).
Menurut Cheng, meski dirinya tumbuh besar di Taiwan dan tak piawai dalam bahasa Indonesia, ia yang merupakan putri dari seorang ibu Tionghoa-Indonesia selalu sadar kalau "ada Indonesia" di dalam dirinya.
Di lagu kover Chou pun ia menyisipkan lirik terjemahan ke bahasa Indonesia. "Untuk menyanyi dalam bahasa Indonesia saya secara khusus mencari guru," kata Cheng.
"Kalau dengar ibu saya bicara bahasa Indonesia dengan nenek terdengar cepat sekali," tambah Cheng seraya bergurau. "Saya merasa sangat menarik," kata dia.
Memuncaki acara adalah penampilan penyanyi-penulis lagu asal Indonesia Feby Putri yang populer di kancah musik nasional dengan lagunya "Runtuh".
Dalam wawancara dengan CNA, Feby menyebut dirinya sangat terkesan dengan penampilan pertamanya di Taiwan ini. Tiba pada Jumat bersama timnya, ia mengaku dirinya juga mendapatkan kesan bahwa Taipei adalah kota yang bersih, rapi, dan ramah Muslim.
Feby misalnya sempat mampir ke ikon Taipei, Taipei 101. Selain keindahan lanskap ibu kota yang ia lihat dari gedung tersebut, juga terdapat tempat salat yang juga mumpuni.
"Enggak menyangka ternyata Taipei itu sangat ramah Muslim," kata Feby.
Adapun penampilannya di Taipei disambut antusias oleh penonton yang sejak awal memadati panggung utama Eid Al Fitr in Taipei. Beberapa nomor populer seperti "Halu", "Kembali Pulang" dan "Runtuh" yang menutup penampilannya sore itu disambut dengan koor nyanyian hingga tangis haru oleh para penonton.
Di panggung, Feby pun sempat berpesan agar para warga Indonesia di Taiwan yang sedang berjuang untuk tidak lupa pulang, seraya memberi semangat atas upaya-upaya yang yang mereka lakukan untuk keluarga dengan bekerja di Taiwan.
Selesai/JC