Taipei, 13 Mei (CNA) Seorang pekerja migran hilang kontak di Tainan tetap fokus bekerja memasang keramik sementara petugas Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) telah mendatanginya sebelum membawanya pergi, dengan alasan takut tidak dibayar jika pekerjaannya belum selesai, kata NIA hari Rabu (13/5).
NIA dalam sebuah rilis pers mengatakan pihaknya baru-baru ini menerima laporan adanya pekerja migran yang bekerja secara ilegal di Distrik Rende, kemudian melakukan inspeksi bersama otoritas ketenagakerjaan Tainan pada akhir April.
Saat melihat petugas inspeksi, pria tersebut tidak panik maupun melarikan diri, melainkan tetap fokus melanjutkan pekerjaan pemasangan keramik dinding bagian dalam. Sikapnya yang tenang tanpa perubahan ekspresi membuat situasi ini terasa antara lucu dan tidak biasa, menurut NIA.
Setelah dilakukan pencocokan melalui sistem identifikasi, ia dipastikan sebagai seorang pekerja migran asal Vietnam yang telah hilang kontak lebih dari dua tahun, yang sebelumnya bekerja di sebuah pabrik di Taoyuan.
Ia memilih melarikan diri demi mencari penghasilan lebih besar, dan mengaku melakukan berbagai pekerjaan serabutan, dengan bayaran harian memasang keramik kali ini sebesar NT$1.000 (Rp555 ribu), kata NIA.
Ketika ditanya mengapa tidak melarikan diri begitu didatangi petugas, pria itu menjawab dirinya harus menyelesaikan pekerjaan dengan baik agar bisa dibayar. Ia tidak sadar akan segera dideportasi dan mimpinya menghasilkan uang telah lenyap, sebut NIA.
Setelah penyelidikan, kasus ini ditangani sesuai ketentuan Undang-Undang Imigrasi. Pria tersebut kemudian dikirim ke pusat penahanan NIA di Kaohsiung untuk menunggu proses deportasi.
Selain itu, pemberi kerja ilegal juga akan diproses sesuai hukum dan dilimpahkan ke otoritas ketenagakerjaan untuk dikenai sanksi, tambah NIA.
Kepala Brigade Operasi Khusus Tainan di NIA, Huang Chung-chieh (黃仲傑), mengimbau masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan mempekerjakan warga asing secara ilegal, seiring pelanggar dapat didenda hingga NT$750.000 dan pelanggaran berulang dalam lima tahun dapat berujung pada tanggung jawab pidana.
NIA, kata Huang, akan terus bekerja sama dengan instansi terkait untuk meningkatkan pemeriksaan serta menelusuri jaringan perantara ilegal guna memberantas pelanggaran dari akarnya dan menjaga ketertiban sosial.
Kepada CNA, NIA mengatakan pekerja migran hilang kontak yang secara proaktif menyerahkan diri ke kantor mereka di setiap daerah tidak perlu masuk pusat penahanan, dan jika tidak ada masalah hukum lainnya, hanya perlu membayar denda hingga NT$50.000 sebelum pulang ke negara asal.
Selesai/ja