Dulu diprotes karena aroma kecap ikan, ibu asal Vietnam kini jadi relawan budaya

28/02/2026 11:57(Diperbaharui 28/02/2026 11:57)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Nguyen Thi Huyen (kanan), imigran baru asal Vietnam sekaligus relawan di "Kelompok Cerita Bakti Imigran Baru" Perpustakaan Kota New Taipei. (Sumber Foto : Perpustakaan Kota New Taipei)
Nguyen Thi Huyen (kanan), imigran baru asal Vietnam sekaligus relawan di "Kelompok Cerita Bakti Imigran Baru" Perpustakaan Kota New Taipei. (Sumber Foto : Perpustakaan Kota New Taipei)

Taipei, 28 Feb. (CNA) Berawal dari menghadapi perbedaan bahasa hingga aroma masakan yang sempat dianggap aneh oleh tetangga, kesempatan menjadi relawan di Perpustakaan New Taipei telah membantu Nguyen Thi Huyen, imigran baru asal Vietnam, untuk berbaur dengan masyarakat lokal, ujarnya.

Saat menceritakan pengalamannya menjadi relawan, Nguyen mengatakan ia awalnya menikah dan pindah ke Taiwan dua dekade lalu. Pada mulanya, ia menghadapi hambatan besar karena perbedaan bahasa, makanan, dan budaya, kata siaran pers Perpustakaan Kota New Taipei.

Nguyen teringat suatu kali ia membawa kecap ikan dari Vietnam, tetapi tetangganya menganggapnya sebagai bau yang tidak sedap. Hingga bertahun-tahun kemudian, ia masih merasa sedih setiap kali mengenang kejadian tersebut.

Setelah bergabung dengan "Kelompok Cerita Bakti Imigran Baru" di Perpustakaan Kota New Taipei, ia bersama rekan-rekan sesama imigran menciptakan drama cerita berjudul "Petualangan Rasa" (美味大冒險).

Lewat drama ini, pemeran bercerita kuliner dari negeri asalnya seperti Taiwan, Vietnam, Indonesia, dan Myanmar, agar lebih banyak orang memahami bahwa latar belakang budaya yang berbeda akan melahirkan kebiasaan makan yang berbeda pula.

Kulier adalah kesempatan melepas rasa rindu akan kampung halaman yang paling mendalam dan lezat bagi setiap individu, kata Perpustakaan New Taipei.

Nguyen mengatakan bahwa hidup jauh dari kampung halaman tidaklah mudah, terutama bagi seorang ibu "pendatang" yang menghadapi banyak tantangan untuk membaur dengan masyarakat Taiwan. 

Namun, sejak bergabung menjadi relawan perpustakaan untuk mendongeng bagi anak-anak dan berbagi budaya Vietnam, kata Nguyen, ia baru merasa benar-benar menjadi bagian dari tanah ini.

Nguyen secara khusus menyebutkan bahwa ibu mertuanya sangat mendukung aktivitasnya sebagai relawan perpustakaan, karena menganggap ini adalah perbuatan yang mendatangkan berkah.

Selain itu, kata Nguyen, kegiatan ini memberinya topik pembicaraan yang sama dengan ibu mertuanya, sekaligus menjadi sarana untuk mempromosikan budaya Vietnam.

Kepala Perpustakaan Kota New Taipei, Wu Chia-shan (吳佳珊) menyatakan bahwa pihaknya hingga seluruh cabang di berbagai distrik kini sedang membuka pendaftaran relawan hingga 13 Maret, dan ia mengundang warga untuk ikut serta. 

Ia menyampaikan pihaknya akan merekrut 160 orang untuk berbagai layanan, termasuk layanan pembaca, sirkulasi buku, panduan bahasa asing, kegiatan mendongeng bahasa Mandarin dan Inggris, pendampingan belajar bagi siswa, restorasi dokumen, hingga relawan imigran baru.

(Oleh Tsao Ya-yen  dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.