Taipei/London, 2 Apr. (CNA) "Taiwan Travelogue," sebuah novel karya penulis Taiwan Yang Shuang-zi (楊双子), termasuk di antara enam judul yang masuk daftar pendek untuk International Booker Prize 2026, menandai pertama kalinya seorang penulis Taiwan mencapai tahap final dari penghargaan bergengsi tersebut.
Booker Prize Foundation pada Selasa (31/3) mengumumkan enam finalis yang dipilih dari sebuah daftar panjang berisi 13 judul yang sebelumnya telah disortir dari 128 pengajuan awal.
Penghargaan tahunan ini mengakui karya-karya fiksi yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterbitkan di Inggris Raya atau Irlandia. Pasangan penulis-penerjemah yang masuk daftar pendek akan menerima £5.000 (Rp98,34 juta) dan para pemenang, yang akan diumumkan pada 19 Mei, akan membagi hadiah utama sebesar £50.000.
Yayasan tersebut mengatakan bahwa masuknya novel ini ke dalam daftar pendek merupakan pertama kalinya seorang penulis Taiwan berhasil lolos, dan kemenangan untuk novel ini akan menjadi pencapaian bersejarah bagi Taiwan.
Menurut yayasan, daftar pendek tahun ini menampilkan penulis dan penerjemah dari delapan negara: Taiwan, Inggris Raya, Amerika Serikat, Brasil, Bulgaria, Kanada, Prancis, dan Jerman.
Lima dari enam penulis yang masuk daftar pendek dan empat dari enam penerjemah yang masuk daftar pendek adalah perempuan, dan karya-karya terpilih tersebut awalnya ditulis dalam lima bahasa: Mandarin, Bulgaria, Prancis, Jerman, dan Portugis.
Pertama kali diterbitkan pada tahun 2020, "Taiwan Travelogue" berlatar tahun 1938 dan merupakan karya fiksi sejarah yang mengeksplorasi persahabatan dan identitas kolonial melalui perjalanan kuliner melintasi Taiwan.
Novel ini telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, termasuk Jepang, Inggris, dan Korea.
Penerjemah bahasa Inggrisnya, Lin King (金翎), sebelumnya memenangkan U.S. National Book Award for Translated Literature atas karyanya pada novel ini -- juga merupakan yang pertama bagi sastra Taiwan.
Di Taipei, Menteri Kebudayaan Li Yuan (李遠) mengucapkan selamat kepada Yang, dan berterima kasih atas usahanya membawa Taiwan ke perhatian dunia melalui sastra.
Kementerian Kebudayaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perjalanan novel ini menuju kesuksesan internasional didukung oleh inisiatif pemerintah, termasuk hibah kreatif untuk pemuda dan program pendanaan penerjemahan.
Selain itu, divisi kebudayaan Kantor Perwakilan Taipei di Inggris berencana mengadakan serangkaian diskusi sastra dan penandatanganan buku di seluruh Inggris akhir tahun ini yang akan menampilkan Yang dan King.
Selesai/ML