Taichung, 3 Apr. (CNA) Sebuah festival tiga hari yang merekonstruksi suasana ramai Akihabara di Tokyo dibuka di Taipei pada hari Jumat (3/4), menampilkan anime Jepang, budaya permainan dan pop, maid café, serta aktivitas cosplay, sementara di hari yang sama Festival Internasional ACG Taichung juga dibuka untuk empat hari ke depan, menarik kerumunan yang sebagian besar terdiri dari penggemar anime remaja pada hari pertama libur akhir pekan Cengbeng.
Di Taichung, antrean panjang terbentuk sejak pagi, dengan pengunjung mengular dari dalam lokasi acara hingga ke jalan-jalan di sekitarnya saat mereka menunggu untuk masuk ke Pusat Pameran Internasional Taichung.
Menurut Asosiasi Penerbit Animasi & Komik Tiongkok (CCPA), festival yang kini memasuki tahun kelima ini diperkirakan akan menarik sekitar 320.000 kunjungan selama periode libur empat hari tersebut.
Ketua CCPA, Su Wei-chuan (蘇偉銓), mengatakan bahwa acara tahun ini terdiri dari 72 peserta pameran yang menampilkan berbagai macam barang dagangan terkait anime, termasuk barang eksklusif, buku, koleksi, mainan, dan model.
Akan ada juga sesi tanda tangan buku dan 15 kegiatan, termasuk penampilan dari seniman terkenal Taiwan dan Jepang, pengisi suara Jepang, serta grup idola populer.
Festival ini dibuka setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga 6 sore, dengan harga tiket NT$120 (Rp63,782).
Sementara di Taipei, pada acara yang diselenggarakan oleh Role Digital Entertainment Co., edisi pertama A.C.F. 2026 di Taipei, secara resmi dilisensikan oleh Akihabara Culture Festival Jepang untuk ibu kota Taiwan ini.
Akihabara secara luas dikenal sebagai pusat budaya "otaku" Jepang -- istilah yang merujuk pada penggemar anime, manga, dan gaming -- serta kawasan perbelanjaan utama untuk elektronik, dengan kafe-kafe bertema yang tersebar di seluruh area tersebut.
Ko Yuan-hsin (葛緣信), ketua perusahaan tersebut, mengatakan dalam pidato pembukaannya bahwa acara ini akan mencoba merekonstruksi jalanan Akihabara di Taipei, menawarkan platform bagi para penggemar anime untuk berbagi hasrat mereka.
Acara di Taipei ini menampilkan lima zona yang mewakili berbagai aspek Akihabara, termasuk area untuk gaming, cendera mata, dan anime.
Ko mengatakan bahwa memperoleh berbagai hak gambar karakter dari perusahaan Jepang, yang merupakan bagian paling menantang dari festival ini, menjadi lebih mudah berkat dukungan dari mitra industri Jepang dan distributor Taiwan seperti Muse Communication Co.
Untuk memastikan pengunjung di Taipei dapat merasakan suasana jalanan Akihabara yang otentik -- lengkap dengan papan reklame besar yang menampilkan anime dan manga populer -- penyelenggara mendiskusikan dan berulang kali menyempurnakan detail terkecil, seperti elemen desain karakter, katanya.
Yuki Abe, wakil kepala asosiasi pariwisata Akihabara, mengatakan bahwa Akihabara, sebagai simbol budaya pop Jepang, berupaya mempromosikan daya tarik anime, manga, maid café, dan cosplay, yang juga banyak digemari di Taiwan.
Abe menambahkan bahwa festival ini diharapkan dapat memperdalam pertukaran budaya antara Taiwan dan Jepang sekaligus menciptakan peluang hiburan dan bisnis baru.
A.C.F. 2026 di Taipei diadakan di Songshan Cultural and Creative Park hingga hari Minggu.
Selesai/ja