Taipei, 23 Feb. (CNA) Di pusat penahanan Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) di Kaohsiung, petugas menemani para penghuni menyambut Tahun Baru Imlek dengan memainkan tembang-tembang dari negara asal mereka, sambil mengajak mereka bergandengan tangan dan bernyanyi bersama, kata NIA.
Saat melodi yang familiar dari kampung halaman mulai terdengar, beberapa orang menundukkan kepala dengan mata berkaca-kaca, sementara yang lain tersenyum bahagia karena saling memberi penghiburan. Suara lagu itu menemani mereka, lembut menenangkan hati setiap perantau, kata NIA dalam rilis pers, Sabtu (21/2).
"Saya rindu rumah," ungkap seorang penghuni asal Thailand, dengan perasaan haru, menyesali keputusan masa lalu yang terpengaruh oleh godaan sehingga menjadi pekerja migran hilang kontak, dan kini kehilangan kesempatannya berkumpul dengan keluarga saat perayaan, kata NIA.
Sementara itu, seorang penghuni asal Vietnam, menyatakan bahwa di pusat penahanan, ia bertemu banyak teman asing yang merasakan hal yang sama. "Jika bisa mengulang, saya pasti akan lebih menghargai kesempatan bekerja secara legal di Taiwan," ujarnya dikutip NIA.
Kegiatan kepedulian menjelang Tahun Baru Imlek ini digelar Pusat Penahanan Kaohsiung dengan menggandeng Taiwan Foreign Inmates Care Association agar para warga negara asing yang ditampung dan sementara tidak bisa pulang ke kampung halamannya tidak merasa kesepian, kata NIA.
Selain mengiringi dengan lagu, staf pusat tersebut juga membimbing para penghuni untuk membuat chun lian dengan menulis kata-kata doa seperti "Perdamaian" dan "Bersatu Kembali" menggunakan aksara dari negara asal mereka.
Setiap goresan ini tidak hanya menjadi pengalaman budaya Imlek di Taiwan, tetapi juga memuat rindu mereka kepada keluarga dan doa menyambut tahun baru, kata NIA.
Kepala Pusat Penahanan Kaohsiung, Teng Yu-che (鄧宇哲) mengatakan bahwa pihaknya berharap melalui kegiatan ini, setiap rasa rindu dapat diterima dengan lembut, dan para penghuni merasakan kebaikan Taiwan saat menyambut tahun yang baru.
Selesai/IF