Kaohsiung, 22 Feb. (CNA) Bukan dalam bentuk pahlawan super maupun perawakan yang gagah, "Black Panther" melayani reserse kriminal kepolisian Kaohsiung dengan cara yang lebih lembut: berteman dengan para penegak hukum hingga menjadi maskot.
Hei Pao (黑豹) -- yang secara harfiah berarti macan kumbang -- adalah nama yang diberikan untuk seekor kucing liar berbulu hitam legam mengilap oleh Kepala Korps Investigasi Kriminal Departemen Kepolisian Kota Kaohsiung, Yen Chih-hao (鄢志豪).
Ia menjadi satu dari banyak kucing liar yang mendatangi kantor korps tersebut, yang berlokasi di kawasan ramai Distrik Fengshan. Karena sangat disukai para petugas yang sering melihatnya muncul, kucing ini kemudian "menetap" di sana, bahkan menjadi maskot pertama Korps Investigasi Kriminal Kaohsiung.
Seorang polisi senior dari korps tersebut mengatakan kepada CNA bahwa Hei Pao pertama kali muncul sekitar 2021, tetapi pada awalnya hanya datang sebentar lalu pergi, seperti kucing liar lainnya.
Karena Hei Pao biasanya masuk melalui area merokok atau pintu kecil di parkiran sepeda motor -- yang kebetulan berada di samping kantor -- banyak anggota kepolisian dan staf administrasi yang jarang melihat anak kucing lucu senang mengajaknya bermain atau memberinya sedikit makanan, ujarnya.
"Kepala Korps [Yen] sering melewati tempat Hei Pao muncul setelah rapat, dan sekalian bermain dengannya," kenang polisi senior itu. Dukungan pimpinan menjadi kunci sikap seluruh personel dalam memperlakukan sang anabul.
Dengan kecintaan Yen terhadap kucing dan aksinya memberi Hei Pao nama sebagai bentuk dukungan, para anggota secara sukarela merogoh kocek sendiri untuk membeli mangkuk air, mangkuk pakan, kotak pasir, papan garuk kucing, dan perlengkapan lainnya.
Kantor polisi yang sebelumnya terkesan serius di mata masyarakat pun perlahan menjadi lebih hangat berkat kehadiran sang "Black Panther" lucu ini. Kini, ia turut muncul dalam berbagai produk suvenir korps tersebut.
Berdasarkan pengamatan CNA, area aktivitas tetap Hei Pao berada di sekitar area merokok dan parkiran korps tersebut. Ia biasa tidur siang di dalam "singgasana" berupa rumah kucing yang disiapkan khusus oleh para anggota. Saat cuaca cerah, ia akan berbaring di jalan untuk berjemur.
Pada musim panas, Hei Pao juga kerap memanfaatkan momen ketika anggota membuka pintu untuk ikut masuk ke kantor dan menikmati udara berpendingin, menurut pengamatan CNA.
Namun, karena terlalu banyak diberi makan oleh orang-orang yang peduli, Hei Pao sempat mengalami masalah pencernaan dan harus dibawa ke dokter, bahkan diingatkan memiliki masalah kelebihan berat badan.
Oleh karena itu, dibuatlah jadwal pemberian makan sebagai pengingat agar siapa pun yang lewat tidak secara impulsif memberinya makan sembarangan.
(Oleh Hung Hsueh-kuang dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF