Hidangan khas Asia Tenggara dan Tiongkok meriahkan perayaan Imlek imigran baru Miaoli

20/02/2026 14:36(Diperbaharui 20/02/2026 14:45)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Miaoli NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Miaoli NIA)

Taipei, 20 Feb. (CNA) Hidangan khas Asia Tenggara hingga Tiongkok turut memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek keluarga imigran baru di Kabupaten Miaoli, membantu mereka menjalin keakraban dan merangkai kenangan melalui budaya masing-masing, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) selaku penyelenggara acara.

Sate khas Indonesia, lumpia segar isi udang Vietnam, salad pepaya muda ala Thailand, hingga hidangan luwei pedas khas Sichuan serta pangsit rebus khas Tiongkok utara membuat suasana di lokasi acara bagaikan pesta kuliner multikultural yang memanjakan lidah, kata NIA dalam sebuah rilis pers, Rabu (18/2).

Hadir di acara, seorang warga Taiwan yang beristrikan imigran baru berkata, "Melihat kilau minyak di sudut bibir istri saya dan senyum bahagianya, kekhawatiran saya bahwa ia merindukan kampung halaman akhirnya sirna."

Seorang imigran baru asal Indonesia diundang untuk menceritakan budaya Tahun Baru Imlek di kampung halamannya. Perayaan menekankan pada doa bersama keluarga dan berbagi hidangan yang manis, yang melambangkan harapan akan keselamatan, kelancaran, dan kehidupan yang manis di tahun yang baru, ujarnya.

Banyak keluarga juga menyiapkan kue-kue yang diberi cita rasa santan dan daun pandan sebagai simbol doa dan kebersamaan, kata dia.

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Miaoli NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Miaoli NIA)

Sementara itu, seorang imigran baru asal Vietnam yang juga turut diundang untuk berbicara mengatakan bahwa di negara asalnya, seperti halnya di Taiwan, mencakup tradisi sembahyang leluhur, memasang kuplet musim semi, dan membagikan angpao, sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur dan keluarga.

Yang khas, menurutnya, setiap keluarga menyiapkan kue ketan berbentuk persegi atau bulat yang melambangkan kesempurnaan langit dan bumi.

Untuk membuat pengalaman budaya lebih membumi, panitia juga mengadakan kegiatan membuat kue kacang merah secara langsung, menurut rilis pers.

Varian rasa krim yang ditambahkan daun pandan menghadirkan aroma harum yang khas, seketika mengubah kue kacang merah yang umum di Taiwan menjadi kudapan bercita rasa Indonesia, kata NIA.

Anak-anak maupun orang dewasa pun menikmati kejutan rasa tersebut dengan gembira, sekaligus merasakan indahnya perpaduan budaya melalui kuliner, kata ditjen tersebut.

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Miaoli NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kabupaten Miaoli NIA)

Kepala Kantor Layanan Miaoli NIA Fan Yu-cheng (范育誠) mengatakan bahwa imigran baru telah menjadi bagian penting dari masyarakat Taiwan.

Kegiatan yang dipadukan dengan perayaan hari besar seperti ini tidak hanya membuat budaya dari berbagai negara dapat terlihat dan diapresiasi, tetapi juga memungkinkan masyarakat untuk saling memahami dan semakin inklusif melalui interaksi, menurutnya.

Ke depannya, kata Fan, NIA akan terus berupaya membangun lingkungan komunitas yang ramah, beragam, dan hangat, sehingga setiap imigran baru dapat hidup dan bekerja dengan tenteram serta sejahtera di Taiwan.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.