Mediator pengadilan bantu dekatkan keluarga imigran baru Taichung dalam perayaan Imlek

19/02/2026 19:01(Diperbaharui 19/02/2026 19:02)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kantor Layanan Taichung I NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Taichung I NIA)

Taipei, 19 Feb. (CNA) Bangun awal di hari pertama dan kedua Tahun Baru Imlek, lalu tidur sampai puas di hari ketiga -- demikian budaya lokal yang diperkenalkan seorang mediator di pengadilan kepada para imigran baru di Taichung dalam sebuah acara yang digelar Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) untuk mempererat hubungan keluarga.

Chang Li-yin (張儷姻), mediator perkara keluarga dan perdata di Pengadilan Distrik Taichung, diundang untuk menjelaskan budaya Tahun Baru Imlek dan membimbing imigran baru memanfaatkan liburan perayaan ini dengan baik dalam membina kehidupan pernikahan dan keluarga, kata NIA dalam sebuah rilis pers, Kamis (19/2).

Chang menjelaskan kepada para peserta acara bahwa hari ketiga Tahun Baru Imlek dianggap kepercayaan tradisional sebagai hari yang tidak cocok untuk bepergian atau menjamu tamu, guna menghindari perselisihan dan pertengkaran lisan, serta untuk mengumpulkan keharmonisan dan keberkahan bagi tahun yang baru.

Oleh karena itu, sementara Tahun Baru Imlek merupakan hari raya tradisional yang paling dihargai di Taiwan, hari ketiganya cocok digunakan untuk beristirahat di rumah dan berkumpul bersama keluarga, sehingga orang-orang bisa "tidur sampai puas", kata Chang.

Chang juga mengingatkan bahwa jumlah orang dan percakapan yang banyak selama perayaan bisa mudah membuat suasana makan bersama berubah dari kebersamaan menjadi "serangan bersama", yang memicu konflik antara suami dan istri, menantu dan mertua, maupun antarkerabat.

Oleh sebab itu, bagaimana memanfaatkan libur Tahun Baru Imlek untuk membina pernikahan dan kehidupan keluarga menjadi sebuah pelajaran tersendiri, ucapnya.

(Sumber Foto : Kantor Layanan Taichung I NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Taichung I NIA)

Dengan pendekatan yang hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Chang mengibaratkan hubungan suami-istri seperti "merawat tanaman hias". Tanaman memerlukan sinar matahari, air, dan kesabaran, dan jika diabaikan, seindah apa pun juga, akan layu, ucapnya.

Demikian pula hubungan pernikahan, yang memerlukan komunikasi dan perhatian yang berkelanjutan dari kedua belah pihak, kata Chang. Jika tidak, sekuat apa pun, perasaan cinta akan memudar, bahkan bisa berubah menjadi permusuhan, ucapnya.

Menurut NIA, perumpamaan "pernikahan ala tanaman" yang disampaikan Chang ini membuat para imigran baru dan anggota keluarga mereka lebih mudah memahami dampak interaksi emosional terhadap hubungan keluarga.

Chang juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan momen kebersamaan selama Tahun Baru Imlek dengan lebih banyak mendengarkan, lebih peduli, lebih saling memahami, dan lebih sedikit menyalahkan, demi "menanam benih" pemahaman dan rasa hormat untuk tahun yang baru.

Kepala Kantor Layanan Taichung I NIA, Wang Chi (王驥) menyatakan bahwa ia berharap acara ini dapat membantu para imigran baru lebih mendalami adat dan budaya masyarakat Taiwan, sekaligus memungkinkan keluarga dengan latar belakang yang beragam menemukan ritme kebahagiaan mereka sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Di tahun yang baru, kata Wang, ia mendoakan agar semua orang segera meraih kebahagiaan, memperoleh keberuntungan besar, dan mencapai kesuksesan dengan cepat.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.