Perjuangan terjal anjing pahlawan Taitung cari keluarga baru

20/02/2026 14:44(Diperbaharui 20/02/2026 14:44)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Operasi penyelamatan tim Kabupaten Taitung pasca gempa besar 3 April 2024 di Kabupaten Hualien. (Sumber Foto : Departemen Pemadam Kebakaran Taitung)
Operasi penyelamatan tim Kabupaten Taitung pasca gempa besar 3 April 2024 di Kabupaten Hualien. (Sumber Foto : Departemen Pemadam Kebakaran Taitung)

Taipei, 19 Feb. (CNA) Chu Er (初二), seekor anjing pelacak dan penyelamat di Kabupaten Taitung yang turut membantu penyelamatan seorang guru dalam gempa besar 3 April 2024, tengah menempuh perjuangan terjal dalam mencari keluarga baru setelah ia diharuskan pensiun karena sakit.

Ketika diumumkan kabar bahwa Chu Er -- nama yang secara harfiah berarti tanggal 2 bulan 1 penanggalan Imlek -- harus pensiun lebih awal karena masalah kesehatan pada tulang panggulnya dan sedang dicarikan pemilik baru, ada sepuluh keluarga yang mendaftar, tetapi pada akhirnya tidak ada pencocokan yang berhasil.

Kepada CNA, Wakil Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Taitung, Lin Chien-cheng (林建誠) mengatakan bahwa dari sepuluh keluarga tersebut, sembilan ditemukan tidak memenuhi syarat melalui wawancara dan peninjaun.

Ada yang ingin memelihara Chu Er di ladang, ada yang ingin mengikatnya di pabrik untuk menjaga pintu, dan ada pula yang rumahnya tidak memiliki halaman, kata Lin.

Kondisi seperti itu, ucapnya, dapat menyebabkan kotoran menumpuk di satu tempat serta membuat Chu Er terpapar sinar matahari dan tidak mendapatkan air bersih, sehingga dinilai tidak layak, kata Lin.

Sementara itu, seorang wanita menyatakan dirinya sangat menyukai Chu Er, berulang kali memohon dan menjamin akan memberikan perlakuan terbaik padanya, tetapi ia menyewa apartemen kecil tanpa area untuk bergerak serta harus lembur pada malam hari, ujarnya.

Jika begini, Chu Er hampir sepanjang hari akan dikurung di dalam kamar, kata Lin, menambahkan bahwa lingkungan seperti ini juga dianggap tidak sesuai.

Lin juga mengatakan bahwa ada seorang wanita yang lolos wawancara dan peninjauan, tetapi karena ia akan segera bekerja sebagai pengasuh anak, dan orang tua anak yang diasuhnya tidak bersedia ia mengadopsi Chu Er, ia pun terpaksa mengurungkan niatnya dengan berat hati.

"Dia (Chu Er) seperti anak perempuan saya sendiri, dan pernah menjadi rekan dalam situasi hidup dan mati. Mencarikannya pemilik baru setelah pensiun rasanya seperti menikahkan anak perempuan—harus sangat berhati-hati agar mendapat keluarga yang baik," kata pawangnya, Chang Chin-yung (張欽勇).

Chung mengatakan ia secara pribadi melakukan wawancara dan peninjauan demi menemukan "keluarga besan yang baik" bagi Chu Er.

Lin menyatakan bahwa selain harus menemukan keluarga yang baik bagi anjing pelacak dan penyelamat yang pensiun, mereka juga berharap tidak akan terjadi pengembalian. Oleh karena itu, sebelum diserahkan kepada pemilik baru, sang pensiunan berbulu akan diberikan pelatihan "sosialisasi", ucapnya.

Misalnya, kata Lin, setelah sebelumnya dilatih untuk pencarian dan penyelamatan, mereka kini dilatih untuk memerhatikan kendaraan dan menyeberang jalan, karena akan menjadi anjing peliharaan biasa di rumah pemilik barunya.

"Memang benar-benar sulit menemukan pemilik baru yang sesuai," ujar Lin. Saat ini, Chu Er untuk sementara dibawa pulang oleh Chang. Jika kondisinya membaik, ia berkemungkinan kembali bertugas.

(Oleh Tyson Lu dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.