Kelompok buruh dan mahasiswa kejar MOL atas dugaan pelanggaran TaiDoc ke pekerja migran

20/11/2025 18:50(Diperbaharui 21/11/2025 05:30)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan pada Kamis, menuntut penindakan dugaan pelanggaran TaiDoc Technology Corp. (Sumber Foto : CNA, 20 November 2025)
Aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan pada Kamis, menuntut penindakan dugaan pelanggaran TaiDoc Technology Corp. (Sumber Foto : CNA, 20 November 2025)

Taipei, 20 Nov. (CNA) Kelompok buruh dan mahasiswa hari Kamis (20/11) menuntut Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) segera menangani sejumlah dugaan pelanggaran TaiDoc Technology Corp. terhadap hak pekerja migran mereka.

Menurut Taidoc Technology Labor Union (TTLU), perusahaan alat-alat medis internasional yang berbasis di Taiwan tersebut memiliki peraturan pengelolaan yang ketat dan sewenang-wenang terhadap pekerja migran hingga telah berupaya memberangus serikat.

Baca juga: Kelompok buruh protes TaiDoc atas pelanggaran hak pekerja migran

Tahun lalu ada pekerja migran yang diminta menandatangani surat pemberitahuan pemutusan hubungan kerja karena hamil, lalu tidak menerima pesangon serta harus membayar sendiri tiket pulang dan denda pembatalan kontrak sebesar satu bulan gaji pokok, kata serikat.

Pekerja yang mengajukan pengaduan ke instansi pemerintah tanpa melalui jalur perusahaan juga akan diberikan surat peringatan dan dipaksa bekerja bersih-bersih dua bulan, kata serikat.

Perusahaan meminta pekerja absensi di mes pada malam hari dengan mengambil foto, serta menghukum mereka yang memakai kabel perpanjangan di asrama, tidak menutup pintu toilet setelah menggunakannya, tidak membersihkan busa sabun di lantai kamar mandi, dan mengendarai sepeda, kata TTLU.

Bahkan, kata serikat, ada pekerja yang dihukum karena mengunjungi kerabat, meski telah mengikuti prosedur resmi untuk cuti selama seminggu, dengan total akumulasi wajib bekerja bersih-bersih lebih dari seratus hari.

(Sumber Foto : CNA, 20 November 2025)
(Sumber Foto : CNA, 20 November 2025)

Meski tindakan-tindakan ini melanggar hukum dan termasuk kerja paksa serius menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), kata serikat, respons MOL mengecewakan banyak orang dan membuat para pekerja merasa kehilangan harapan.

Pengurus serikat pekerja telah beberapa kali dipanggil secara terpisah oleh TaiDoc dan menerima surat peringatan, yang membuktikan mereka tidak bisa menunggu proses penjatuhan sanksi dari pihak berwenang, kata TTLU.

TaiDoc juga menolak memperpanjang kontrak empat pengurus serikat yang akan berakhir dalam beberapa pekan atas klaim tidak membutuhkan tenaga kerja, padahal pekerja baru dari Filipina terus datang, kata Bev, pekerja migran anggota TTLU dalam protes di depan MOL hari Kamis.

Dalam inspeksi ketenagakerjaan di pabrik New Taipei pada 10 November setelah TTLU menggelar protes perdananya pada 7 November, perusahaan terus berusaha menyembunyikan dan meremehkan kondisi tempat tinggal pekerja, serta menyangkal setiap tindakan penekanan terhadap serikat, ujarnya.

"Sementara hal ini terjadi, MOL terus gagal menjalankan tanggung jawabnya untuk melindungi pekerja migran. Meskipun ada beberapa laporan, dokumen yang kami ajukan, dan perhatian publik, kami belum melihat tindakan tegas. Kami belum mendengar sikap yang jelas," kata Bev.

Jika TaiDoc terus melakukan pelanggaran serius ini, kata Bev, MOL harus mempertimbangkan untuk menghentikan kualifikasi perusahaan merekrut pekerja migran dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk membekukan persetujuan investasi luar negeri mereka.

(Sumber Foto : CNA, 20 November 2025)
(Sumber Foto : CNA, 20 November 2025)

Sementara itu, Ketua National Taiwan University Labor Club Echo Chen (陳昶安) mengatakan, "Kementerian masih belum melakukan apa-apa, bahkan tidak memberikan pernyataan dasar pun. Yang kami terima hanyalah retorika resmi, informasi hukum dasar, dan pernyataan untuk mengalihkan tanggung jawab ke pemerintah daerah,"

"Menghadapi sebuah perusahaan yang menindas pekerja migran, Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (洪申翰) justru tampak takut, kita bisa berharap apa dari kementerian seperti ini?" ucapnya, seraya mengancam mahasiswa akan mencari Hung di penampilan-penampilan publiknya.

Protes turut diisi aksi teatrikal mahasiswa di mana foto Hung dan ketiga wakilnya disiram tinta merah. "Melambangkan kami menyampaikan darah, keringat, dan kemarahan kepada MOL, agar kementerian terbangun dan merespons pekerja migran secara langsung," kata Fermin Fan (范豐宇) dari National Taiwan Normal University Humanity.

Saat seorang pejabat MOL mendatangi lokasi untuk menerima tuntutan, Chen mengatakan mereka tidak akan menyerahkannya, "Karena tuntutan sudah dinyatakan secara jelas ... namun yang kami terima hanya jawaban kosong."

Sebagai gantinya, Chen menyebarkan selembaran yang menyatakan Hung sedang dicari keberadaannya, dan peserta aksi kemudian menempelkannya di depan gedung kementerian.

Ketua NTU Labor Club Echo Chen (depan, kiri) dan dua pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (depan, tengah dan kanan). (Sumber Foto : CNA, 20 November 2025)
Ketua NTU Labor Club Echo Chen (depan, kiri) dan dua pejabat Kementerian Ketenagakerjaan (depan, tengah dan kanan). (Sumber Foto : CNA, 20 November 2025)

Pejabat MOL tersebut kemudian mengatakan pihaknya sudah meminta pemerintah kota New Taipei dan Taoyuan untuk melakukan pemeriksaan serta segera menyelesaikan dan menindaklanjutinya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ucapnya, TaiDoc melakukan pelanggaran terkait lembur dan jam kerja berlebih, sehingga MOL telah menjatuhkan sanksi.

"TaiDoc harus memberikan cuti urusan serikat kepada para pengurus, tidak boleh memperlakukan pekerja secara merugikan hanya karena mereka mengambil cuti serikat. Perusahaan juga tidak boleh mencampuri atau memengaruhi operasional serikat," tambahnya.

Ia pun meminta serikat segera mengajukan laporan tindakan ketenagakerjaan yang tidak pantas agar MOL bisa memasuki proses penyelidikan, di mana pihaknya akan mengadakan rapat komisi putusan secepat mungkin.

Kepada CNA, Departemen Urusan Ketenagakerjaan Kota New Taipei mengatakan TaiDoc diduga melanggar peraturan yang melarang perusahaan melakukan tindakan yang merugikan pekerja di tengah periode penanganan sengketa ketenagakerjaan, dan sedang dalam proses penyelidikan.

Departemen tersebut juga mengatakan mereka hari Kamis tengah memeriksa dugaan diskriminasi TaiDoc terhadap pekerja migran hamil, sementara belum menemukan pemotongan gaji yang melanggar hukum di pabrik New Taipei.

Mengenai larangan TaiDoc untuk memberikan cuti urusan serikat pekerja, karena serikat telah melapor ke MOL, keputusan selanjutnya akan ditentukan kementerian, kata departemen tersebut.

Sementara itu, Departemen Ketenagakerjaan Kota Taoyuan mengatakan kepada CNA mereka telah menemukan TaiDoc melakukan pelanggaran terkait jam kerja pekerja yang melebihi batas, dan sedang menyelidiki bagian lainnya.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.