CEO Sinemart: Program kolaborasi TAICCA perkuat hubungan kreatif Taiwan-Indonesia

19/11/2025 15:27(Diperbaharui 19/11/2025 15:27)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : TAICCA)
(Sumber Foto : TAICCA)

Taipei, 19 Nov. (CNA) CEO PT Sinemart Indonesia, David Suwarto baru-baru ini mengatakan program kolaborasi produksi film yang diluncurkan Taiwan Creative Content Agency (TAICCA) dapat memperkuat hubungan kreatif antara Indonesia dan Taiwan, setelah proposal perusahaannya terpilih untuk berpartisipasi.

Sinemart menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam "2025 Rocket Program: Chinese-Language Genre Film" TAICCA, yang dalam Taiwan Creative Content Fest (TCCF) baru-baru ini untuk pertama kalinya memperkenalkan enam proyek film yang dikembangkan tim Taiwan bersama Korea, Thailand, dan Indonesia.

Pengumuman dilakukan setelah enam bulan kerja intensif dari keenam proyek ini, yang terpilih dari hampir seratus proposal untuk mengembangkan skenario hingga menghasillkan film bergenre horor, aksi, dan romansa, menurut rilis pers TAICCA yang dirilis 14 November.

Setiap tim menunjukkan proyek mereka melalui presentasi dan sesi tanya jawab, yang dihadiri lebih dari 150 investor, perusahaan produksi, pembeli, dan distributor dari seluruh Asia, dengan interaksi bisnis yang sangat aktif dan menghasilkan berbagai pembicaraan lanjutan untuk kerja sama, menurut TAICCA.

Di antara proyek-proyek itu, "Haunted Hills" dan "Corpse-Born Child" telah mendapatkan investasi dari Bossdom Digiinnovation Co., dan berpotensi menampilkan pesona horor yang menggabungkan karakteristik dua negara kepada penonton global, kata TAICCA.

"Haunted Hills" dikembangkan Guang Ying Zhi Films Co. Taiwan bersama Transformation Films dari Thailand, sementara "Corpse-Born Child" digarap RayEagle Ltd. bersama Sinemart Indonesia. Kedua film tersebut akan diproduksi bersama oleh Bossdom Digiinnovation dan AR Asia Productions, kata TAICCA.

Ketua TAICCA Sue Wang (王時思) menyampaikan program ini secara strategis membangun kerja sama produksi lintas negara dengan tiga pasar utama Asia, yakni Korea, Thailand, dan Indonesia.

Dengan berfokus pada genre film populer internasional dan menggabungkan kolaborasi lintas wilayah serta lintas bahasa dalam tahap pengembangan skenario, ujarnya, tim Taiwan dapat menyerap pengalaman internasional sejak awal proses, sehingga membantu cerita dalam negeri lebih cepat memasuki pasar global.

Pelaksanaan presentasi proposal dalam rangkaian TCCF juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan sikap profesional dan proaktif Taiwan dalam kerja sama internasional, serta membuktikan nilai pasar dan potensi global dari karya kreatif lokal melalui hasil yang konkret, menurut Wang.

Sementara itu, David yang mewakili Sinemart mengatakan, "Kami sangat senang melihat 'Corpse-Born Child' mendapatkan investasi melalui program ROCKET, sebuah langkah awal penting untuk menjadi film koproduksi internasional."

"Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat hubungan kreatif antara Indonesia dan Taiwan, tetapi juga menunjukkan bagaimana film genre Asia dapat beresonansi di berbagai pasar," ujarnya.

"Dengan bergabungnya Bossdom Digiinnovation sebagai mitra investasi dan produksi, kami yakin film ini memiliki potensi menjangkau penonton yang lebih luas," tambah David.

Di sisi lain, CEO Transformation Films Sangar Chatchairungruang mengatakan bahwa "Haunted Hills" adalah proyek yang sangat potensial untuk pasar Thailand.

"Unsur-unsurnya sangat cocok dengan selera pasar kami, dan proyek ini juga memiliki cerita keluarga yang menyentuh dan mudah diterima secara universal. Lapisan emosi ini menjadi titik kuat yang memungkinkan kerja sama Thailand–Taiwan terwujud," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bossdom Digiinnovation Lu Chun-wei (盧俊偉) menyatakan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk memproduksi konten berkualitas tinggi.

"Kami merasa terhormat bekerja sama dengan Transformation Films dan Sinemart untuk membawa IP Taiwan yang kuat ke panggung internasional, dan menciptakan film dengan potensi besar di pasar global," ucapnya.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.