Sindikat penipuan giok lintas selat ditangkap, termasuk pengacara

24/07/2025 11:56(Diperbaharui 24/07/2025 11:56)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : CNA, 23 Juli 2025)
(Sumber Foto : CNA, 23 Juli 2025)

Taipei, 24 Juli (CNA) Sebuah grup menipu warga Taiwan melalui siaran langsung dari Tiongkok dengan modus investasi batu giok, menyebabkan sebelas korban rugi lebih dari NT$10 juta (Rp5,56 miliar), menurut konferensi pers Biro Investigasi Kriminal (CIB) pada Rabu (23/7).

Wakil Kepala Divisi IV CIB, Lai Yao-tsung (賴耀宗), menyampaikan bahwa sejumlah korban menonton siaran langsung penjualan batu giok dan perhiasan asal Tiongkok melalui media sosial.

Para korban, kata Lai, diyakinkan staf layanan pelanggan bahwa investasi giok mentah akan menguntungkan, namun setelah mentransfer uang, barang tidak dikirim atau hanya menerima perhiasan berkualitas rendah, membuat korban kehilangan seluruh uang mereka.

Analisis menunjukkan korban tersebar di seluruh Taiwan dan menggunakan kontrak jual-beli yang sama, mengindikasikan dugaan penipuan dan pencucian uang. CIB segera membentuk satuan tugas bersama kepolisian Taipei, Taoyuan, Tainan, dan Chiayi, di bawah komando Kejaksaan Distrik Tainan, lanjutnya.

Investigasi menemukan bahwa sindikat ini dipimpin pria bermarga Mo  (莫) (47), yang memiliki pengalaman dalam layanan pembayaran dan sering bepergian ke Tiongkok.

Sejak Juli tahun 2024, ia bekerja sama dengan "pusat operasi" di Tiongkok untuk menipu warga Taiwan melalui siaran langsung yang pura-pura menjual batu giok dan perhiasan, menurut investigasi.

Untuk menghindari kecurigaan, Mo menyewa perusahaan kosong sebagai pihak penjual dalam kontrak, dan merekrut seorang pengacara sebagai penasihat hukum, wanita bermarga Ho () (49), yang informasinya kemudian dicetak di kontrak untuk membangun kepercayaan korban.

Penyidikan awal mencatat sekitar sebelas korban dengan total kerugian melebihi NT$10 juta, dengan salah satunya wanita berusia 70-an di New Taipei yang rugi hingga NT$3 juta.

Ho juga diduga menyalahgunakan statusnya sebagai pengacara untuk menyampaikan pesan dan membocorkan perkembangan penyelidikan kepada Mo, guna menghindari jeratan hukumm, menurut penyidikan.

Pada 15 Juli, satuan tugas melakukan operasi penggeledahan dan penangkapan terhadap Mo, Ho, dan empat orang lainnya. Mereka menyita empat ponsel, enam kontrak jual beli batu giok, dan uang tunai RMB40.000 (Rp91,01 juta) sebagai barang bukti.

Seluruh 19 tersangka telah diserahkan ke Kejaksaan Distrik Tainan atas dugaan penipuan, pencucian uang, pembentukan organisasi kriminal, dan kebocoran informasi. Pengadilan mengizinkan penahanan Mo dan Ho tanpa akses komunikasi.

(Oleh Huang Li-yun dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.