Pekerja AGC Display Glass akan akhiri mogok kerja setelah capai kesepakatan upah

08/10/2026 18:07(Diperbaharui 08/10/2026 18:07)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Para pekerja serikat di AGC Display Glass Taiwan melanjutkan aksi mogok pada hari Rabu. (Sumber Foto : CNA, 7 Oktober 2026)
Para pekerja serikat di AGC Display Glass Taiwan melanjutkan aksi mogok pada hari Rabu. (Sumber Foto : CNA, 7 Oktober 2026)

Taipei, 8 Okt. (CNA) Para pekerja di AGC Display Glass Taiwan Inc. di Kabupaten Yunlin akan mengakhiri aksi mogok kerja selama empat hari pada Kamis (8/10) malam setelah mencapai kesepakatan dengan manajemen mengenai kenaikan upah untuk tahun 2027 dan 2028, kata serikat pekerja perusahaan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, semua karyawan di pabrik Douliu perusahaan akan menerima kenaikan gaji pokok bulanan sebesar NT$1.200 (Rp673 ribu) pada masing-masing dua tahun tersebut, sementara manajemen telah setuju untuk bernegosiasi lebih lanjut mengenai kenaikan upah untuk tahun 2029 dan 2030, kata serikat pekerja dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan tersebut dicapai pada Rabu malam setelah tujuh jam negosiasi dan disahkan dalam pertemuan perwakilan serikat pekerja pada Kamis pagi.

Serikat pekerja mengatakan bahwa aksi mogok yang dimulai pada pukul 8 pagi hari Senin itu akan berakhir pada pukul 17.30 hari Kamis.

Ketua serikat pekerja Shen Chuan-cheng (沈全成) mengatakan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup ketentuan untuk mempertahankan tunjangan biaya hidup yang ada dan menyesuaikan batas atas gaji.

Perusahaan juga setuju untuk tidak mengambil tindakan hukuman terhadap karyawan yang berpartisipasi dalam aksi mogok, menurut Chang Shih-chung (張世忠), kepala Departemen Ketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Yunlin, yang membantu memediasi perselisihan tersebut.

Sebuah kesepakatan dicapai pada Rabu malam untuk mengakhiri mogok kerja yang dimulai oleh pekerja serikat di AGC Display Glass Taiwan. (Sumber Foto : Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Yunlin). 
Sebuah kesepakatan dicapai pada Rabu malam untuk mengakhiri mogok kerja yang dimulai oleh pekerja serikat di AGC Display Glass Taiwan. (Sumber Foto : Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Yunlin). 

Wakil Manajer Umum AGC Cheng Wen-yuan (鄭文遠) mengatakan kepada CNA bahwa kedua belah pihak awalnya berencana untuk merundingkan kenaikan upah selama empat tahun, tetapi sepakat untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut pada akhir tahun 2028 karena inflasi di masa depan dan penyesuaian upah minimum masih belum pasti.

Lebih dari 500 anggota serikat pekerja memulai aksi mogok di pabrik Douliu perusahaan pada hari Senin, menuntut kenaikan gaji tahunan secara menyeluruh sebesar 5-6 persen, sebanding dengan kenaikan tahunan yang menurut serikat pekerja diterima oleh karyawan di perusahaan induk Jepang, AGC Inc.

Kenaikan NT$1.200 pada tahun 2027 mewakili kenaikan sekitar 4 persen bagi sebagian besar pekerja, yang gaji pokok bulanannya sekitar NT$30.000, menurut sekretaris jenderal serikat pekerja Wu Chia-hung (吳嘉浤).

Wu mengatakan kepada CNA bahwa pabrik Douliu mempekerjakan sekitar 1.400 pekerja, semuanya warga negara Taiwan, di mana sekitar 950 di antaranya adalah anggota serikat pekerja.

Serikat pekerja mengatakan bahwa anak perusahaan di Taiwan tersebut belum membentuk mekanisme penyesuaian upah secara menyeluruh yang rutin selama 25 tahun, meskipun telah ada permintaan dan negosiasi berulang kali.

Awalnya direncanakan berlangsung selama dua setengah hari, aksi mogok diperpanjang pada Rabu sore setelah lebih dari 350 anggota serikat pekerja menandatangani petisi yang meminta agar aksi tersebut dilanjutkan.

Menyebut penyelesaian ini sebagai "pencapaian penting," serikat pekerja mendesak manajemen untuk lebih menekankan hak-hak pekerja dan membagikan keuntungan perusahaan kepada karyawan tingkat bawah.

Kementerian Ketenagakerjaan pada Kamis sore mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kesepakatan tersebut, memuji serikat pekerja karena kembali ke meja perundingan dengan itikad baik dan manajemen karena merespons secara konstruktif untuk mencapai "kompromi yang menyeimbangkan operasional bisnis dan hak-hak pekerja."

Aksi mogok yang oleh serikat pekerja disebut sebagai yang pertama dalam sejarah Kabupaten Yunlin ini juga merupakan aksi mogok kedua di Taiwan yang berakhir minggu ini, setelah aksi mogok selama lima hari oleh pekerja di produsen makanan ringan Kuai Kuai Co. di Taoyuan.

(Oleh Sunny Lai, Chiang Yi-ching, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.