Standard Chartered sebut Taiwan pasar investasi paling menarik di Asia

08/10/2026 15:25(Diperbaharui 08/10/2026 15:25)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 

Taipei, 8 Okt. (CNA) Standard Chartered menilai Taiwan sebagai pasar paling menarik untuk investasi di Asia, didukung rantai pasok kecerdasan buatan (AI) yang lengkap, dan memperkirakan indeks saham Taiwan masih berpeluang mencetak level tertinggi baru.

Dalam paparan prospek pasar global kuartal keempat, Kepala Strategi Investasi Wealth Management Standard Chartered Liu Chia-hao (劉家豪) mengatakan perekonomian Amerika Serikat masih paling mungkin mengalami soft landing, meski probabilitas skenario tersebut diturunkan menjadi 45 persen dari 50 persen dalam proyeksi Juli.

Standard Chartered memperkirakan skenario pertumbuhan tanpa pendaratan atau "no landing" memiliki probabilitas 30 persen, sementara skenario penurunan ekonomi atau "downside" sebesar 25 persen.

Liu mengatakan pasar global pada kuartal keempat masih menghadapi berbagai ketidakpastian, terutama dampak konflik geopolitik terhadap harga minyak. Standard Chartered menaikkan proyeksi harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk tiga bulan ke depan menjadi US$100 (Rp1,79 juta) per barel, sementara target 12 bulan ditetapkan sebesar US$80 per barel.

Menjelang pemilihan umum sela Amerika Serikat pada November, Liu mengatakan berdasarkan pengalaman 50 tahun terakhir, pemilu sela dapat memicu volatilitas pasar dalam jangka pendek, tetapi perbedaan imbal hasil indeks S&P 500 berdasarkan hasil pemilu relatif kecil. Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar.

Mengenai kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi bersamaan dengan rekor baru pasar saham mengindikasikan pasar yang terlalu panas, Liu mengatakan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun saat ini berada di kisaran 5,2-5,3 persen, sementara ekspektasi inflasi AS untuk 10 tahun ke depan sekitar 2,3 persen.

Dengan demikian, kenaikan terbesar terjadi pada suku bunga riil setelah memperhitungkan inflasi, yang mencapai sekitar 2,95 persen atau level tertinggi sejak 2008, katanya.

Liu mengatakan kondisi tersebut menunjukkan kekhawatiran pasar lebih berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan modal yang membuat biaya pendanaan bertahan pada level tinggi dalam jangka panjang, bukan karena inflasi yang tidak terkendali.

Standard Chartered tetap relatif positif terhadap saham Amerika Serikat dan pasar Asia di luar Jepang, didukung pertumbuhan laba perusahaan dan peningkatan belanja modal AI global.

Belanja modal AI global diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 33 persen hingga 2030, sementara kinerja laba perusahaan yang relatif kuat turut mendukung pertumbuhan laba saham global, kata Liu.

Untuk Taiwan, Standard Chartered menaikkan pandangannya terhadap pasar saham Taiwan dari netral menjadi positif. Liu mengatakan Taiwan memiliki rantai pasok AI yang lengkap, mencakup industri semikonduktor, GPU, CPU, dan server.

Selain sektor semikonduktor, sektor listrik, peningkatan jaringan listrik, dan elektrifikasi juga dinilai berpotensi mendapat manfaat dari perkembangan tersebut. Standard Chartered mempertahankan pandangan netral terhadap pasar saham Tiongkok. 

(Oleh Lu Yen-tzu dan Agoeng Sunarto)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.