Pemerintah Taiwan gelar forum Hakka Indonesia untuk dorong penelitian

04/10/2026 17:18(Diperbaharui 04/10/2026 17:18)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Forum tentang masyarakat Hakka di Indonesia yang digelar Dewan Urusan Hakka di Taiwan Hakka Museum hari Jumat. (Sumber Foto : Dewan Urusan Hakka Taiwan)
Forum tentang masyarakat Hakka di Indonesia yang digelar Dewan Urusan Hakka di Taiwan Hakka Museum hari Jumat. (Sumber Foto : Dewan Urusan Hakka Taiwan)

Taipei, 4 Okt. (CNA) Pemerintah Taiwan hari Jumat (2/10) menggelar forum yang membahas perkembangan sejarah dan corak budaya masyarakat Hakka di Indonesia, untuk terus mendorong riset mengenai masyarakat Hakka di luar negeri serta menghimpun hasil penelitian tentang kebudayaan Hakka di seluruh dunia.

Dewan Urusan Hakka (HAC) dalam rilis pers mengatakan forum yang mereka gelar di Taiwan Hakka Museum di Kabupaten Miaoli ini mengangkat ingatan keluarga dan dokumentasi sejarah untuk menelusuri perjalanan kehidupan serta pewarisan budaya masyarakat Hakka setelah bermigrasi ke Indonesia.

Forum ini melibatkan pertukaran pandangan mengenai sejarah keluarga, proses migrasi, budaya organisasi masyarakat, hingga kegiatan usaha, serta memadukan penelitian akademis, dokumentasi sejarah, dan pengalaman praktis, menurut HAC.

Melalui dokumen, bahan sejarah, dan ingatan keluarga, turut ditampilkan perjalanan historis masyarakat Hakka yang melintasi wilayah geografis hingga berakar dan berkembang di tempat baru, yang juga memungkinkan para pengunjung melihat keragaman corak budaya Hakka Indonesia yang terbentuk di berbagai lingkungan sosial, kata HAC.

Direktur Pusat Pengembangan Budaya Hakka Taiwan, Hsieh Sheng-hsin. (Sumber Foto : Dewan Urusan Hakka Taiwan)
Direktur Pusat Pengembangan Budaya Hakka Taiwan, Hsieh Sheng-hsin. (Sumber Foto : Dewan Urusan Hakka Taiwan)

Direktur Pusat Pengembangan Budaya Hakka Taiwan HAC, Hsieh Sheng-hsin (謝勝信) mengatakan penelitian mengenai masyarakat Hakka di luar negeri merupakan landasan penting dalam pembangunan "museum Hakka global".

Melalui survei, penelitian lapangan, serta pengumpulan dokumen sejarah di luar negeri, kata Hsieh, ingatan sejarah masyarakat Hakka yang tersebar dapat dilestarikan, sekaligus membantu memahami proses migrasi, kehidupan, dan perkembangan budaya mereka di berbagai negara dan lingkungan sosial.

Forum kali ini, ucapnya, menghubungkan hasil penelitian, data sejarah, dan pengalaman lokal, sehingga kisah masyarakat Hakka Indonesia dapat dilihat dari berbagai sudut pandang serta menjadi landasan bagi penelitian Hakka internasional dan pertukaran budaya di masa mendatang.

Lee Wooi-han (李威瀚), asisten profesor di Pusat Pendidikan Umum Ming Chuan University, membahas migrasi dan perkembangan masyarakat Hakka Indonesia, serta menganalisis konteks sejarah dan perubahan sosial yang dialami masyarakat Hakka dalam proses perpindahan lintas negara.

Elisa Christiana, dosen di Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, berbagi pengamatannya berdasarkan konteks sosial Indonesia dan berdialog dengan para peneliti serta peserta forum untuk memperdalam pertukaran budaya Hakka antara Taiwan dan Indonesia.

Forum juga memperluas pembahasan ke bidang industri dan pengalaman praktis di luar negeri dengan mengundang Scott Chen, direktur eksekutif Yangtai Industrial Co., untuk berbagi pengalaman menjalankan usaha di Indonesia.

(Sumber Foto : Dewan Urusan Hakka Taiwan)
(Sumber Foto : Dewan Urusan Hakka Taiwan)

Pusat Pengembangan Budaya Hakka Taiwan menyatakan penelitian mengenai masyarakat Hakka di luar negeri bukan hanya bertujuan untuk menelusuri sejarah, tetapi juga merupakan sarana penting untuk memahami perkembangan masyarakat Hakka secara global pada masa kini.

Ke depannya, kata pusat tersebut, pihaknya akan terus melakukan penelitian lapangan, riset akademis, pengumpulan dokumen sejarah, pameran kebudayaan, serta pertukaran internasional untuk melestarikan sumber daya kebudayaan Hakka yang berharga di berbagai belahan dunia.

Secara bertahap, berbagai pusat kebudayaan Hakka di seluruh dunia akan dihubungkan sehingga kisah masyarakat Hakka dari berbagai negara dan generasi dapat saling terhubung, serta terus bergerak menuju tujuan pembangunan "museum Hakka global", tambah pusat tersebut.

Didirikan pada 14 Juni 2001, HAC merupakan satu-satunya otoritas tingkat pusat di dunia yang secara khusus menangani urusan Hakka, dan bertanggung jawab untuk mengoordinasikan serta mengelola urusan Hakka di seluruh Taiwan, menurut situs webnya.

Lembaga setingkat kementerian ini memiliki visi untuk merevitalisasi bahasa dan budaya Hakka, keyakinan untuk membangun identitas Hakka yang bahagia, percaya diri, dan bermartabat, serta bertujuan untuk menjadikan Taiwan sebagai pusat penelitian dan pertukaran budaya Hakka global, menurut situs webnya.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ML

(Sumber Foto : Dewan Urusan Hakka Taiwan)
(Sumber Foto : Dewan Urusan Hakka Taiwan)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.